Mengurus Visa India

Beberapa waktu yang lalu – tepatnya tanggal 4 Januari 2012, saya mengurus visa dalam rangka mempersiapkan diri mengunjungi negara India. Sebagai penduduk Indonesia, untuk mengunjungi India saya memerlukan visa untuk dapat masuk ke negara asal cerita Mahabharata dan Ramayana itu. Sebenarnya bisa saja dengan visa on arrival saat sampai di sana, soalnya saya masuk lewat Mumbai, tapi saya nggak mau ribet, sebab begitu sampai Mumbai saya masih harus melanjutkan flight ke Lucknow, takut juga kalau terjadi apa-apa dan ketinggalan pesawat di negara orang. Oleh karena itu, saya terlebih dahulu meng-apply visa turis sekali masuk (single entry tourist visa) ke kedutaan besar India di Jakarta.

Pertama-tama saya menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan, dokumen yang saya siapkan adalah:

  1. Formulir permohonan visa, diisi selengkap-lengkapnya dengan tulisan tangan dan huruf kapital.
  2. Pas foto 4×6 sejumlah 2 buah, saya menyerahkan yang background-nya putih soalnya kata tukang foto di studionya begitu kalau mengurus visa. :P
  3. Paspor, yang masa berlakunya minimal enam bulan ke depan.
  4. Rekening koran, saya cetak untuk 6 bulan terakhir, saldo waktu itu sekitar 6 juta rupiah. Untuk memperoleh rekening koran ini cukup bawa buku tabungan ke bank dan minta mereka mencetaknya, biasanya akan ditanyai untuk apa dan dikenakan biaya per lembarnya.
  5. Jadwal perjalanan dan kegiatan selama di India, tidak usah terlalu detail, yang penting ada kota-kota yang akan dikunjungi nanti.
  6. Invitation letter, karena saya datang ke sana atas undangan unit mahasiswa dari dua universitas, saya minta mereka untuk mengirim invitation letter dari universitas masing-masing. Jika tidak ada invitation letter, bisa diganti dengan bukti booking hotel yang akan ditinggali di sana.
  7. Salinan tiket pesawat, karena sewaktu mengurus visa saya belum memperoleh tiket, saya hanya menyerahkan bukti booking yang belum dibayar dari Thai Airways. Meskipun akhirnya saya tidak terbang menggunakan pesawat tersebut melainkan naik Garuda Indonesia ke Singapore dan dilanjutkan dengan Kingfisher Airlines ke Mumbai.
  8. Uang tunai sebesar 492.000 Rupiah untuk biaya pembuatan visa.

Setelah itu, semua dokumen saya masukkan ke amplop coklat yang biasa digunakan untuk mengirim dokumen. Dokumen tersebut kemudian saya serahkan ke kedutaan besar India di Jl H.R. Rasuna Said, Kav. S-1, Kuningan, Jakarta. Saya naik kereta Argo Parahyangan yang paling pagi – pukul 05:30 WIB dari Bandung dan sampai Stasiun Gambir pukul 08:30 WIB. Dari Gambir ke Kuningan naik Bus Transjakarta dengan rute Gambir – Harmoni – Dukuh Atas – Kuningan Timur (2 kali ganti bus di Harmoni dan Dukuh Atas). Sampai di kedutaan pukul 09:30 WIB. FYI, untuk aplikasi visa, kedutaan India hanya menerima dari pukul 09:00 – 12:00 hari kerja.

Sampai sana, saya hanya diperbolehkan membawa dokumen yang telah disiapkan dan pulpen ke dalam kedutaan. Tas, laptop, ponsel, dan barang lain harus dititipkan. Setelah itu mengantri di dalam sampai giliran saya. Petugasnya, wanita India, memeriksa kelengkapan dokumen saya. Tepat sebelum saya dia ngomelin orang, “If you don’t have money, then you can’t travel to India! You’ll need money!”. Tampaknya orang ini tidak melengkapi dokumennya dengan rekening koran atau statemen bank. Setelah giliran saya, setelah memeriksa kelengkapan dokumen, masih dengan agak marah sepertinya – bilang, You’ll travel alone?!!”. Saya cuma jawab “Yes, ma’am” dan lagi-lagi tanya “Alone?!!” dan sekali lagi saya iyakan saja. Setelah itu disuruh menunggu lagi sampai dipanggil oleh kasir dan membayar 492.000 Rupiah dan diberi resi bahwa visa sudah bisa diambil besoknya pada tanggal 5 Januari 2012.

Esoknya saya naik kereta lagi dari Bandung, kali ini pukul 12:00 WIB, sialnya sampai gambir telat 1 jam sehingga sampainya pukul 16:00 WIB. Waktu pengambilan visa di kedubes India itu cuma dari jam 16:00 – 16:30 WIB, sehingga saya terpaksa naik ojek, daripada terlambat. Akhirnya sampai kedutaan jam 16:15, dan masih bisa diambil. Dan akhirnya visa India pun menempel di paspor saya. :)

Visa India yang telah dicap oleh petugas imigrasi di Mumbai

Jadi mengurus visa India tidaklah sulit, sederhana asal kita sudah menyiapkan semua dokumen sebelumnya. Meskipun saya juga sebelumnya baca-baca komentar miring di beberapa forum bahwa bagi orang Indonesia mendapatkan visa India itu susah, tapi nyatanya saya bisa dapatkan dengan cukup mudah. :)

About these ads

13 pemikiran pada “Mengurus Visa India

  1. Ping-balik: Halaman tidak ditemukan « Another Little Junkyard

  2. taun ini sy rencana mau ke india, tapi rumah saya ada di jatim, kedutaan besar india cuma di jakarta aja ya?? ;)
    Thanks infonya

  3. hello..
    bs ksh info hukum nikah di india?? apa melindungi wanita jika si wanita berasal dari luar india??
    rumit gak ya??? di indo rumit banget sih.
    thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s