Berburu Tiket Pesawat Murah

Saya adalah orang yang suka berjalan-jalan, ke mana saja, dalam dan luar negeri. Melihat-lihat kehidupan selain yang kita jalani memang sungguh sesuatu yang menyenangkan untuk saya. Ada kalanya untuk mencapai suatu tempat, kita perlu menggunakan jasa angkutan penerbangan. Mencari penerbangan yang sesuai dengan harga di kantong kadang-kadang susah-susah gampang, berikut beberapa tips berdasarkan pengalaman saya dan beberapa teman.

[1] Gunakan Flight Comparator
Flight comparator atau pembanding harga penerbangan memudahkan kita menemukan harga tiket termurah, kapan ada tiket promo, dan harga promo tersebut. Flight comparator favorit saya adalah utiket.com. Fiturnya cukup memuaskan buat saya, ada kalender harga, serta flight dengan stop dengan dua maskapai yang berbeda.

Tampilan utiket

Sayangnya, utiket hanya melayani pengecekan untuk Indonesia, dan beberapa tujuan luar negeri yang terbatas cakupannya. Hanya beberapa negara saja seperti Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Australia, dan China. Saya tidak menemukan tiket untuk tujuan yang nyeleneh, misalnya India. Beberapa flight comparator yang lain:

  • tiket2, khusus untuk penerbangan domestik saja. Istimewanya, si penyedia jasa ini juga melayani pemesanan tiket dengan biaya 40.000 rupiah, sangat membantu apabila kita tidak memiliki kartu kredit.
  • wego, untuk penerbangan hampir ke seluruh dunia termasuk ke kota yang aneh-aneh, saya pernah coba memasukkan Johannesburg, Sao Paulo, sampai Montevideo sebagai tujuan, dan Jakarta sebagai asal, dia bisa menemukan penerbangannya!

[2] Rajin-rajin Mencari Promo
Promo tiket pesawat bisa kita lihat di website masing-masing maskapai penerbangan. Perhatikanlah syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh maskapai tersebut. Salah-salah kita justru membayar lebih mahal. IMO, dengan adanya flight comparator, kita lebih mudah mencari di tanggal berapa tiket promo yang disediakan oleh maskapai tersedia, serta harga promonya. Tetapi ada satu hal yang tidak bisa dicari dengan flight comparator, yaitu promo yang diberikan oleh pihak lain selain maskapai.

Promo dari pihak lain? Ya, ada beberapa pihak lain yang terkadang memberikan promo. Coba lihat dompet kita masing-masing, di sana pasti ada beberapa kartu ATM dari bank. Cobalah mengecek website bank tersebut, beberapa promo yang saya temukan saat tulisan ini ditulis:

  • Promo beli 1 dapat 2 tiket dari BNI untuk maskapai Sriwijaya Air. Seorang teman saya memanfaatkan betul promo ini untuk terbang ke Pekanbaru bersama seorang temannya yang lain.
  • Promo buy 1 get 1 Free Garuda Indonesia dari Bank Mandiri. Untuk tujuan tertentu dan waktu tertentu.

Selain itu kadang-kadang maskapai penerbangan mengadakan suatu pameran di pusat-pusat keramaian. Air Asia misalnya, sering mengadakan event di Mal Paris van Java, Bandung. Pada saat event pameran tersebut, biasanya harga pada saat event tersebut lebih murah, jangan sungkan untuk datang dan berbicara langsung dengan mereka.

[3] Milikilah Kartu Kredit
Terkadang, maskapai penerbangan yang memiliki harga termurah adalah maskapai dari luar negeri seperti JetStar, Tiger Airways, Malaysian Airlines, atau Thai Airways. Sayangnya pembelian tiket hanya bisa dilakukan dengan kartu kredit, tidak seperti maskapai lokal yang menerima pembayaran dengan ATM atau Internet Banking.

Bank juga lebih royal memberikan harga promo kepada pemegang kartu kredit. Contoh Promo BNI di atas adalah bagi pemegang kartu kredit BNI. Pertimbangkanlah untuk memiliki kartu kredit apabila sudah memiliki penghasilan tetap. Buat mahasiswa seperti saya, memang susah untuk mendapatkannya. Tetapi, bukan orang Indonesia namanya kalau tidak punya akal, milikilah teman yang punya kartu kredit! :mrgreen:

Demikian beberapa tips dari saya, seorang pemula dalam hal traveling. Barangkali ada yang bisa menambahkan, monggo saja.

Air Minum Gratis

Air minum gratis

Lumayan, air minum gratis 6 botol x 1500 ml. Terima kasih Indosat dan Alfamart. Bermula dari iseng-iseng cek pulsa, ada iklan tentang poin Indosat di sana. Iseng-iseng cek poin saya, ternyata sudah mencapai 15149 poin. Selanjutnya saya melihat-lihat apa saja yang bisa dilakukan poin ini. Karena tidak tertarik dengan bonus semacam SMS atau telepon gratis, saya melihat-lihat bonus selain itu. Ternyata ada voucher Alfamart senilai 10.000 rupiah yang bisa ditukar dengan 11000 poin.

Selanjutnya saya bergegas ke Alfamart, teringat kemarin ada promo air minum 1500 ml, 5000 rupiah sudah bisa bawa pulang tiga botol. Saya pun membawa 6 botol air mineral ke kasir dan menunjukkan SMS penukaran poin yang berisi kode voucher dari penukaran poin. Ternyata pas 10.000 rupiah, dan voila! Air minum gratis pun sudah dibawa pulang.

Ad Hominem, Salah Satu Kesalahan Berpikir

Salah satu cara membedakan orang yang berpendidikan atau yang hanya duduk-duduk saja di bangku pengajaran adalah caranya berpikir, runtut dari premis-premis kemudian menarik kesimpulan. Penarikan kesimpulan dari premis-premis ini membutuhkan jalan pemikiran yang logis dan tidak fallacious. Salah satu penarikan kesimpulan dengan fallacious yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah ad hominem, secara harfiah berarti “kepada manusia”.

Intinya, pada saat berdiskusi dan berargumen, si pengucap menggunakan atribut-atribut yang terkait dengan personal untuk menarik kesimpulan atau menyanggah pendapatnya. Sebenarnya masih banyak jenis kesalahan berpikir (fallacy) yang lain, tetapi kali ini saya hanya membahas salah satu saja.

Ada beberapa jenis ad hominem, diantaranya abusive ad hominem, tu quoue, dan guilt by association. Mari kita bahas satu per satu.

[1] Abusive ad hominem
Abusive ad hominem adalah menyangkal atau menarik kesimpulan berdasarkan sifat, personality, asosiasi, atau apa pun yang terkait orang yang mengutarakan pendapat. Contoh sederhana adalah seperti ini:

Ardianto kan cuma mahasiswa Teknik Elektro, tahu apa dia tentang ad hominem? Saya yakin dia tidak mengerti apa-apa.

Kenapa bukan penjelasan saya mengenai ad hominem yang diserang? Kenapa status saya sebagai mahasiswa Teknik Elektro yang diserang? Itulah kesalahan berpikirnya. Contoh lainnya adalah

Mrs. Puff tidak akan bisa mengajari Spongebob menyetir mobil karena dia seorang wanita.

Di sini kenapa status Mrs. Puff sebagai wanita yang dijadikan dasar bahwa dia tidak bisa mengajari Spongebob? Oh, ya, khusus untuk abusive ad hominem yang sering digunakan dalam bias gender, terutama kepada wanita, disebut ad feminam.

[2] Tu quoue
Berasal dari bahasa latin, “kamu juga”. Kalau pernah mendengar jenis argumen “jangan munafik”, maka si pengucap sedang menggunakan ad hominem jenis ini. Contoh

A: “Para siswa-siswi yang mengerjakan Ujian Nasional itu harus jujur, tidak mencontek, dan tidak melakukan kecurangan.”,
B: “Ah, jangan munafik, kamu dulu juga mencontek dan curang, biarkan saja mereka mencontek.”

Pernyataan A tetap benar, meskipun A dulu juga seorang pencontek. Mungkin memang si A munafik, tapi nilai kebenaran dari pernyataannya tetap.

[3] Guilt by Association
Yaitu mengkaitkan si pengucap argumen dengan hal lain di luar konteks argumennya. Contoh yang baru terjadi tempo hari:

P = Ardianto tidak setuju dengan acara yang diselenggarakan di tengah jalan,
Q = Orang-orang non-himpunan tidak setuju dengan acara yang diselenggarakan di tengah jalan,
Jadi, Ardianto non-himpunan.

Padahal himpunan dan non-himpunan tidak ada kaitannya dengan pandangan saya mengenai ketidaksetujuan acara yang diselenggarakan di tengah jalan.

Lalu bagaimana agar terhindar dari cara berpikir seperti di atas?

[1] Bedakan antara si pengucap argumen dengan argumennya
Ingatlah selalu bahwa apabila pendapat kita diserang, bukan berarti kita yang diolok-olok, tetapi pendapat kita, benda mati, bukan orang. Jangan tersinggung dan justru menyerang orang yang menyanggah argumen kita, tidak perlu memperhatikan siapa yang menyanggah argumen Anda, perhatikanlah isi argumennya.

[2] Cobalah mengerti jalan pikiran lawan bicara
Coba tempatkan diri sebagai orang lain yang berbeda pandangan dengan kita. Bagaimana orang tersebut memperoleh ide untuk pendapat itu, mengapa sampai berpandangan seperti itu.

Mereka yang suka mengeluarkan jurus ad-hominem, biasanya adalah orang-orang yang tidak bisa menempatkan diri pada jalan pikiran orang lain. Orang-orang semacam ini biasanya menganggap dirinya selalu benar (dan orang lain selalu salah)

Demikian penjelasan sederhana saya mengenai ad hominem, salah satu bentuk logical fallacy. Sayangnya, hal-hal seperti ini tidak pernah diajarkan di pendidikan formal. Saya hanya pernah baca tentang ini dalam pendidikan formal di buku Discrete Mathematics and Its Application karangan Kenneth Rosen, tapi sayangnya bukan mengenai kesalahan berpikir yang biasa kita dengar pada kehidupan sehari-hari, melainkan penarikan kesimpulan dalam logika matematika.

Further reading:
[1] Ad hominem, wikipedia.
[2] Mengapa Ad Hominem?, Argumentum Ad Pusingam, Fertob Hades