Mengeluh

Ojo sambat ae le

Atau “Jangan mengeluh terus-terusan nak”, begitulah pesan ibu saya tiap kali saya mengeluh dahulu waktu masih kecil. Kalau mengeluhnya diteruskan pasti saya sudah dimarahi oleh Ibu.

Belakangan saya benar-benar bahwa mendengarkan keluhan orang itu tidak enak. Selain tidak enak, keluhan itu tidak menyelesaikan masalah.

Tapi post ini mengeluhkan orang yang mengeluh, ah, ironi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s