Stop Prokrastinasi!

Prokrastinasi adalah tindakan menunda-nunda pekerjaan.

Jika alasan prokrastinasi Anda adalah malas.

Saya adalah orang yang malas. Tetapi belakangan saya belajar bahwa prokrastinasi adalah penghambat terbesar saya untuk bermalas-malasan. Kok bisa? Misal pada waktu kuliah dosen memberi tugas pada waktu t_1 dan deadline pada t_2, pada umumnya mahasiswa akan mengerjakan tugasnya dengan pola seperti ini:

procrastination

 

Dengan T_1 adalah rentang waktu kita mengerjakan tugas.

Sebelum kita lanjut, saya membagi bermalas-malasan menjadi 2 jenis:

  • Bermalas-malasan dengan beban, artinya kita masih punya tanggungan untuk mengerjakan sesuatu. Ini adalah jenis bermalas-malasan yang saya tidak suka.
  • Bermalas-malasan tanpa beban, dengan demikian kita bisa memanfaatkan waktu untuk benar-benar bermalas-malasan, main game, tidur, nonton TV, dan lain-lain.

Jika mengikuti pola di gambar di atas, ketika saat “deadline masih lama” saya akan bermalas-malasan dengan beban. Saya masih memikirkan tugas jika sedang bermain game, tidur, nonton TV. Saya tidak bisa menikmati waktu saya.

Agar pola di atas menjadi bermalas-malasan tanpa beban, saya mengubah pola mengerjakan tugas menjadi seperti ini:

no-procrastination

 

Langsung kerjakan tugas setelah diberi. Dengan demikian, setelah T_1 saya akan bebas bermalas-malasan. Tidur siang, main game, dan nonton TV tanpa beban.

Coba pikirkan baik-baik:

  • Waktu yang kita butuhkan untuk mengerjakan tugas adalah sama, ditunda-tunda maupun tidak.
  • Jika ada tugas lain yang diberikan di antara t_1 dan t_2, maka saya tidak perlu lagi memedulikan tugas pertama.
  • Setelah selesai mengerjakan tugas, saya bisa bermalas-malasan tanpa beban pikiran untuk mengerjakan sesuatu!

Manfaat dari mengerjakan sesuatu dengan pola kedua jauh lebih besar!

Jika alasan prokrastinasi Anda adalah perfeksionisme

Perfeksionis adalah excuse lain yang sering saya dengar untuk melakukan prokrastinasi. Mereka yang “perfeksionis” cenderung memikirkan bagaimana agar tugas menjadi “sempurna” dalam jangka waktu yang lama.

Kira-kira flowchart mereka adalah seperti ini:

perfectionist

 

Ingatlah bahwa tahap “thinking to be perfect” adalah tahap yang memakan waktu paling lama. Dan itu tidak ada bedanya dengan prokrastinasi karena pada dasarnya kita tidak melakukan apa-apa pada saat itu.

Saya bukan orang yang perfeksionis, tetapi jika Anda memang perfeksionis, saya mengusulkan untuk melakukan pendekatan lain, pendekatan iteratif. Kira-kira flowchartnya seperti ini:

perfectionist2

 

Dengan pola seperti di atas, Anda akan mendapat hasil yang menurut Anda “sempurna” tanpa banyak membuang-buang waktu untuk memikirkannya.

Kalau pun Anda masih merasa tugas Anda belum sempurna, tetapi waktu pengumpulan sudah dekat, Anda tetap bisa mengumpulkan sesuatu meskipun hasilnya belum sempurna. Meskipun demikian, itu jauh lebih baik daripada mengumpulkan terlambat karena memikirkan bagaimana “sempurna” itu menurut Anda.

Stop Prokrastinasi!

Atau paling tidak prokrastinasilah dengan produktif!:mrgreen:

 

12 thoughts on “Stop Prokrastinasi!

  1. alasan utama sy prokrastinasi: Karena jika tidak dikejar deadline, tidak dapat mengeluarkan kemampuan dengan maksimal, sehingga waktu pengerjaan jadi tidak efektif (the power of kepepet). Gimana tu wan? hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s