Eksperimen Quick Count: Provinsi Bengkulu

Pemilu Presiden 2014 memang ramai dan membuat sosial media menjadi tidak enak suasananya. Tetapi ada hal lain yang bisa kita pelajari di pilpres kali ini, yaitu statistik. Kedua kubu mengklaim keduanya memenangkan Quick Count.

Gambar diambil dari ayovote.com
Gambar diambil dari ayovote.com

Nah, yang menarik adalah bagaimana dilakukannya Quick Count ini. Terinspirasi dari salah satu dosen saya Pak Emir Husni yang mencoba eksperimen Quick Count untuk daerah DKI Jakarta, dan obrolan dengan dosen saya juga Pak Yudi Gondokaryono Senin lalu. Saya mencoba melakukan dengan tool yang sederhana, yaitu Microsoft Excel dan Scan C1 dari website KPU yang ada juga di kawalpemilu.org. Untuk data pembanding, saya gunakan hasil real-count oleh crowd-sourcing dari kawalpemilu.org.

Yang saya lakukan adalah eksperimen untuk Provinsi Bengkulu. Eksperimen ini juga bisa Anda coba sendiri

1. Pendahuluan

Pada dasarnya prinsip Quick Count adalah prinsip yang sangat dasar dalam statistik: sampling. Apabila kita melempar dadu sebanyak 300 ribu kali, tidak perlu melakukannya dengan benar-benar melemparnya 300 ribu kali untuk tahu angka 1 akan muncul sekitar 50 ribu kali, dengan error tertentu tentu saja. Bisa saja kita cukup melempar 100 kali untuk memperkirakan itu.

Jadi pertanyaan yang timbul adalah, berapa banyak jumlah sampel yang diperlukan. Selain jumlah, yang penting lagi adalah sampel yang diambil haruslah acak. Ini adalah poin terpenting dalam sampling, karena apabila tidak, boleh jadi gambaran keseluruhan tidak sama dengan sampling yang kita lakukan.

Karena kita tidak menghitung seluruh populasi, tentu saja ada trade-off untuk itu. Trade-off ini disebut margin of error, artinya toleransi yang diberikan untuk hasil sampling. Selain itu ada pula selang kepercayaan yaitu tingkat keyakinan pada sampling yang kita lakukan. Contoh bila selang kepercayaan 95% dan jumlah sampel kita adalah 20, maka kita yakin pada 19 dari sampel tersebut. Angka yang paling umum dipakai adalah 95%.

Faktor yang lain lagi adalah peluang kemenangan salah satu calon. Kalau kita melempar satu buah koin, peluang munculnya head dan tail jelas masing-masing 50%. Masalahnya, kita tidak tahu pasti peluang ini, apabila diketahui jumlah sampel bisa dikurangi. Apabila tidak diketahui, umumnya digunakan peluang 50% yang akan menghasilkan jumlah sampel yang paling banyak.

2. Menghitung Jumlah Sampel

Menurut sebuah berita di Berita Satu, yang terdaftar di DPT Provinsi Bengkulu adalah 1.379.069 pemilih. Dari sini, kita asumsikan ini adalah jumlah populasi keseluruhan (disimbolkan dengan N) yang kita jadikan basis untuk menghitung jumlah sampel. Kenapa asumsi? Karena tidak semua orang menggunakan hak pilihnya.

Lembaga-lembaga Quick Count umumnya mengambil margin of error sebesar 1%. Maka di sini saya juga akan melakukan hal yang sama. Tingkat kepercayaan saya biarkan pada 95%, artinya setelah saya dapat hasilnya nanti terdapat peluang 95% hasil quick count saya tidak melebihi margin of error yang saya tetapkan (ada 5% kemungkinan hasilnya di luar margin of error).

Peluang kemenangan salah satu calon (disimbolkan p) adalah 50%. Ini adalah batas aman dengan mengambil sampel yang lebih banyak.

Perlu diketahui bahwa Lembaga-Lembaga Survei hanya menginformasikan margin of error (1%) dan jumlah sampel (disimbolkan n), itu pun dalam bentuk TPS (2000 TPS) dan kita tidak tahu ada berapa suara di tiap TPS yang menjadi sampel. Nilai p dan selang kepercayaan tidak pernah diberikan (rasanya, atau saya melewatkan ini?).

Lalu bagaimana menghitung jumlah sampel? Rumus statistik cukup sulit dimengerti, oleh karena itu, saya menggunakan Sample Size Calculator yang dibuat oleh Raosoft. Di web tersebut juga ada formula mentahnya apabila Anda ingin mempelajarinya. Di web tersebut saya cukup memasukkan N, Margin of Error, Tingkat Kepercayaan, dan p. Saya memasukkan nilai-nilai seperti gambar ini:

Sample size calculator
Sample size calculator

Sehingga untuk Provinsi Bengkulu, saya memerlukan minimum 9538 suara untuk besaran-besaran yang saya tetapkan tadi.

3. Memetakan Jumlah Sampel ke Jumlah TPS

Ini adalah bagian paling tricky. Kenapa begitu? karena jumlah suara untuk setiap TPS tidaklah sama. Lembaga-lembaga survei mengumumkan 2000 TPS, bagaimana mereka mengasumsikan sebaran jumlah suara setiap TPS? Saya juga tidak tahu. Obrolan saya dengan Pak Yudi minggu lalu juga membahas ini.

Terpaksa saya harus memakai asumsi lagi. Saya asumsikan 1 TPS adalah 200 suara. Nanti akan dijumlahkan seluruh suaranya, apabila kurang tambahkan TPS lagi. Sehingga untuk ini didapat 9538/200 = ~48 TPS. Untuk amannya, saya ambil 50 TPS, apabila terjadi penambahan jumlah, maka akan membuat margin of error berkurang.

4. Memilih TPS Secara Acak

Untuk bagian ini saya mulai menggunakan Microsoft Excel. Di Bengkulu ada 10 kota/kabupaten, asumsi setiap kabupaten memiliki 20 kecamatan, setiap kecamatan memiliki 10 desa, dan setiap desa terdapat 5 TPS.

Saya membuat 4 kolom di Excel: Nomor Kabupaten, Nomor Kecamatan, Nomor Desa, dan Nomor TPS. Setiap kolom saya isi dengan formula =RANDBETWEEN.

Untuk Nomor Kabupaten =RANDBETWEEN(1;10), Kecamatan =RANDBETWEEN(1;20), Desa =RANDBETWEEN(1;10), dan TPS =RANDBETWEEN(1;5), kemudian disalin ke bawah hingga 50 baris. Lalu saya copy dan paste values, karena nilai RANDBETWEEN selalu berubah apabila kita melakukan sesuatu.

Formula RANDBETWEEN adalah formula untuk menghasilkan angka secara acak dari x sampai y. =RANDBETWEEN(1;10) akan menghasilkan angka antara 1 sampai 10 di cell tersebut.

Lalu bagaimana menggunakannya? Misalkan angka yang dihasilkan adalah 2-11-9-3, maka buka website http://www.kawalpemilu.org/#0.20802 lalu pilih Bengkulu.

  • Kota di urutan kedua adalah Bengkulu Selatan
  • Kecamatan di urutan 11 adalah Pasar Manna
  • Desa di urutan 9 adalah Batu Lambang
  • Ambil TPS 3

Lalu bagaimana jika angka yang muncul 19, sementara jumlah desa hanya 11? Saya mengambil desa yang terakhir untuk kasus seperti ini. Berlaku juga untuk Kecamatan dan TPS.

Setelah ini dilakukan, saya mendapat 50 TPS yang acak.

5. Input Data

Bagian ini cukup mudah tapi juga cukup memeras tenaga. Inputkan saja data di TPS berdasarkan angka random yang dihasilkan Microsoft Excel tadi. Data dari scan C1 untuk kedua pasangan dimasukkan satu persatu ke Microsoft Excel.

Lalu dijumlahkan dan dihitung persentasinya. Ternyata saya mendapat sampel sebanyak 11.923 suara. Lebih dari jumlah minimum sampel, sehingga saya tidak perlu menambahkan TPS untuk menambah sampel.

Hasil yang saya peroleh adalah:

Hasil eksperimen

Hasil yang saya peroleh adalah pasangan PH mendapatkan 45.53% dan pasangan JJ mendapatkan 54.47%. Yang apabila dibandingkan dengan “real count” di Bengkulu berdasarkan kawalpemilu.org, pasangan PH mendapatkan 45.27% dan pasangan JJ mendapatkan 54.73%.

Dapat disimpulkan eksperimen ini menghasilkan hasil yang akurat.

Terdapat Error sebesar +0.26% yang artinya masih dalam margin of error saya (Ingat bahwa ada 5% kemungkinan hasil akan di luar margin of error karena tingkat kepercayaan 95%).

File excel yang saya buat dapat didownload: file excel.

6. Penutup

Quick Count apabila dilakukan dengan metodologi benar, akan memberikan gambaran yang cukup akurat mengenai hasil pemilu.

Sebenarnya saya masih ingin melakukan eksperimen lagi mengenai cara-cara manipulasi Quick Count, di antaranya sampling yang non-acak, memperbesar margin of error, memperbesar peluang salah satu calon untuk menang, dan memperkecil tingkat kepercayaan.

Tapi, ah, hari sudah malam, ikan bobo.

 

2 thoughts on “Eksperimen Quick Count: Provinsi Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s