Balada Paket Salah Alamat

Cek nomer resi di JNE:

  • Sudah diterima oleh “RATU” pada 21 Mei 2015, 20:15.

Di kosan tidak ada yang namanya “RATU”

  • Saya akhirnya tanya ke Ibu kos dan keluarga, tidak ada yang menerima paket.

Komplain ke JNE:

  • Via twitter, dibalas sudah diterima “Ratu”. Kalau belum terima saya diminta DM alamat lengkap dan nomor HP. Sudah di DM, belum dibalas.
  • Via e-mail, customercare@jne.co.id, respon yang sama, diminta kirim alamat lengkap. Belum dibales juga.
  • Via telepon, 021-2927-8888, setelah nunggu customer care cukup lama, akhirnya dilayani. Responnya sama, akhirnya nyocokin alamat, dan ternyata beda!
    • Paket terkirim ke rumah No 5, kosan saya No 50.
    • Ini sepertinya salah pengirim paket.

Ke rumah nomor 5:

  • Ketok pintu, tidak ada yang buka. Coba lagi, coba lagi, coba lagi. Nihil.
  • Pulang.

Tanya nomor telepon ke 108:

  • Bisa ternyata minta nomor telepon berdasarkan alamat.
  • Telepon ke nomor yang dikasih, tidak diangkat.

Sepertinya si empunya rumah nomor 5 sedang pergi. Oh crap.

Tapi saya jadi bertanya-tanya, kenapa si “Ratu” tidak menelepon saya? :/

Semoga berakhir gembira

Mengganti HDD dengan SSD

Laptop saya (Thinkpad Edge 13) HDD-nya mulai bermasalah. Start up super lambat, pokoknya semua serba lambat. Selain itu bunyi HDD-nya pas nyari data kencang sekali. Ada bad sectornya juga.

Umur dia baru 5 tahun (dari 2010). Tapi mungkin karena udah dipakai ke mana-mana dan saya juga careless, jadi begini.

Saya pikir mending saya ganti HDD-nya, karena:

  • Malas install ulang, backup data juga nggak punya tempat, deadline thesis mepet.
  • Data dari HDD lama bisa dipindahkan ke yang baru dengan mudah pakai casing hard-disk internal.

Daripada beli HDD baru, dengan harga yang mirip-mirip, saya bisa dapat SSD. Mengorbankan kapasitas, tapi dapat speed. Jauh lebih menyenangkan. Lagipula semua data multimedia saya simpan di HDD eksternal.

Lalu saya beli lah: Kingston SSD v300 120 GB. Di BEC tentu saja. 800 ribuan.

Kingston SSD v300 120 GB

Memasang SSD:

Bagian belakang laptop saya
Bagian belakang laptop saya

Iya, bagian belakang laptop saya begitu. Catnya mengelupas di bagian lid-nya. Bagian lid itu kemudian dibuka.

Setelah lid dibuka
Setelah lid dibuka

Terlihat dari kiri ke kanan: Hard-disk, dan 2 biji RAM (yang tidak bersesuaian karena nambah sendiri dulu). Hard-disknya kemudian dicopot.

Hard disk, tampak belakang
Hard disk, tampak belakang
Hard-disk tampak belakang
Hard-disk tampak depan

Penyangga hard-disk kemudian dibuka.

Penyangga hard-disk
Penyangga hard-disk

Penyangga ini kemudian dipindahkan ke SSD dan dipasangkan ke laptop.

Jpeg
SSD, yang sudah terpasang, tampak belakang

Setelah itu Windows diinstal, driver, dan beberapa software yang dibutuhkan diinstal. Data dari hard-disk lama dipindahkan ke SSD. Tidak semuanya tentu saja karena masalah kapasitas.

Untuk performa, asyik sekali, boot super cepat, nggak ada bunyi, buka-buka aplikasi juga cepat.

Yang saya khawatirkan sih soal endurance dia. Awetkah SSD ini? Tapi saya sih memang selalu bersiaga untuk backup data.

Oh, ya, tentang lid laptop yang mengelupas, akhirnya saya kelupas semua:

Lid yang terpasang kembali dan cat yang dikelupas.
Lid yang terpasang kembali dan cat yang dikelupas.

Nah, ngecat dia jadi hitam lagi gimana caranya ya?

Target selanjutnya untuk laptop ini adalah:

  • Ganti keyboard. Keyboard yang ini, ada tombol yang tenggelam dan tidak bisa diperbaiki, meskipun masih bisa berfungsi sih tombolnya.
  • Ganti touchpad, udah nggak sensitif lagi soalnya.

Kenapa gak ganti laptop baru aja? Pengen sih sebetulnya. Tapi saya tidak ingin melepas laptop ini. Jasanya besar, dia sudah menemani saya untuk:

  • Kuliah tingkat akhir waktu S1. Termasuk di dalamnya kuliah yang cukup berat semacam VLSI.
  • Menyelesaikan TA. Eksperimen-eksperimen pakai microphone, amplifier Toneport UX8 sampai dia crash berkali-kali. Sampai akhirnya dapat gelar sarjana.
  • Mengerjakan proyek-proyek: PLN, LAPAN, Telkom, membuat dokumen kurikulum S2, membuat macam-macam proposal.
  • Mendapatkan beasiswa yang saya pakai untuk kuliah S2 ini.
  • Mengerjakan tugas-tugas kuliah S2. Rata-rata semua kuliah S2 memberi tugas. Minimal 5 tugas per kuliah. Bahkan ada yang sampai 17 + tugas besar.
  • Mengajar: Matematika Lanjut (3 semester: SP 2014, ganjil 2014, dan genap 2014) dan PMC+praktikum. Dari membuat bahan kuliah, sampai koreksi ujian.
  • (Semoga) menyelesaikan thesis.

Semoga dia bisa tahan lama. 🙂

Membuka TabunganKu BNI

Beberapa hari ini, saya tertarik ke produk bank, TabunganKu. Ceritanya, TabunganKu ini adalah program pemerintah untuk menggalakkan menabung. Sudah dimulai sejak awal dekade 2010an ini.

Soalnya saya cari produk bank, yang cuma sebagai pengganti celengan.

TabunganKu tersedia di semua Bank. Iya, semua. Syarat minimum yang dibuat oleh Bank Indonesia adalah:

  • Setoran awal minimal 20 000 rupiah,
  • Tidak ada biaya administrasi bulanan, -> ini paling saya cari. BNI taplus saya makan 25 ribu sebulan (10 administrasi, 10 Internet Banking, 5 SMS Banking ~ kalau tidak salah sih ya).
  • Buku tabungan,

Bila ada fasilitas tambahan, biasanya kebijakan Bank masing-masing.

Setelah baca-baca review TabunganKu, 3 teratas adalah: BII Maybank, BNI Syariah, dan CIMB Niaga. Ketiganya menawarkan fitur ATM, Internet Banking, dan SMS Banking. BII Maybank dan CIMB Niaga saya coret dari daftar karena saya tidak tahu ATM-nya ada di mana, dan juga cabangnya jauh dari tempat tinggal.

BNI Syariah sebenarnya cukup menguntungkan, soalnya jaringannya terhubung ke BNI konvensional, dan saya tahu persis ATM dan kantor cabang BNI mana dekat tempat saya tinggal. Bahkan cabang mana yang buka di hari Minggu.

Tapi berhubung saya sedang banyak gawe, maka saya buka yang dekat saja, TabunganKu milik BNI. Karena cabangnya hanya sepelemparan batu dari lab saya. Fitur tambahannya hanya ATM.

Cerita saya membuka rekening:

  • Datang pagi-pagi, jam 8. Masih sepi dan tidak antri.
  • Ambil antrian, CS bukan teller, langsung dipanggil.
  • Ditanya identitas: KTP. Berhubung KTP saya bukan KTP Bandung, maka perlu identitas lain. Saya menggunakan paspor (SIM juga bisa ~ tapi SIM saya namanya typo).
  • Kalau punya rekening BNI, bawa saja buku+kartu ATMnya, karena mereka kan udah punya di databasenya, tinggal salin datanya.
  • Mengisi formulir, standar pengisian awal rekening.
  • Tambahan biaya 6 000 untuk materai. Untung belum naik jadi 18 000.

Setelah beres, akan diberikan buku tabungan, dari situ akan diminta untuk setor ke teller.

Selesai.

Buku TabunganKu
Buku TabunganKu

Kartu ATM akan diberikan 7 hari kerja setelah rekening dibuka.

ATM saya cari karena, bisa dipakai di Cash Delivery Machine, cepat kalau mau setor. Dekat juga dari kampus.