Menulis 10 Ide Setiap Hari

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah artikel dari James Altucher, The Ultimate Guide for becoming idea machine. Ide utamanya adalah menulis 10 ide atau lebih setiap hari. Apapun idenya, ide tulisan, ide bisnis, ide resep masakan, ide alat, ide software, ide script, ide pengaturan keuangan, ide tentang ide, apapun. Ditulis, minimal 10 ide sehari.

Eksekusi saya agak berbeda dengan Pak Altucher, tapi idenya mirip.

Modalnya cukup sederhana, buku catatan dan pulpen. Saya baru saja memulai beberapa hari yang lalu, belum ada seminggu. Sudah ada 78 ide, dan akan terus bertambah. Menimbang koin kemarin adalah salah satu ide yang muncul.

Tapi ide saya cupu

Tidak masalah, Tom Sam Cong memulai perjalanan ke barat dengan satu langkah, sendirian.

Setiap programmer memulai dengan “Hello World”. Siapapun dia, pencipta google sampai programmer rata-rata yang kita temui di hampir setiap perusahaan.

Grandmaster catur memulai dengan belajar cara bidak melangkah. Baru kemudian belajar notasi.

Pedagang memulai usahanya dengan untung yang kecil dahulu, atau bahkan dengan merugi dahulu.

Tidak ada orang yang memulai dengan langsung memperoleh hasil terbaik, lama kelamaan ide akan berkembang menjadi jauh lebih baik.

Seburuk apa pun idenya, tuliskanlah. Setidak masuk akal apa pun, tuliskanlah. Membuat kostum kevlar Batman? Memurnikan air laut dengan tenaga surya? Mengendalikan mobil dengan handphone android dengan koneksi bluetooth? Tuliskanlah.

Lama kelamaan akan ada banyak ide. Segudang. Jika ada 10 ide setiap hari, maka setahun ada 3650 ide, 3660 kalau beruntung kabisat, dan jauh lebih banyak jika pikiran sedang lancar.

Lalu diapakan ide sebanyak itu?

Bayangkan kalau kita punya 10.000 ide. Jika 1% saja yang bagus, itu berarti ada 100 ide bagus. Jika ada 0.5% ide brilian, berarti ada 50 ide brilian. Tidak mungkin dari ide sebanyak itu tidak ada yang menghasilkan, pasti ada jika dieksekusi dengan baik.

Kuantitas lebih penting dibanding kualitas. Dengan spamming jumlah, suatu saat akan ditemukan ide yang bagus. Edison melakukan hampir 1000 percobaan untuk filamen lampunya, bukan melakukan pemikiran sampai dia menemukan bahan yang sempurna. Kuantitas.

Masih tentang kuantitas, seorang siswa dengan kemampuan rata-rata bisa jadi masuk universitas favorit melalui tes, dengan mempelajari ratusan soal-soal tahun sebelumnya. Saya membuktikan sendiri dulu, saya hampir tahu semua tipe soal tes karena kuantitas soal yang saya pelajari dari jaman SKALU, Sipenmaru, UMPTN, hingga SPMB. Bahkan tes USM-ITB sebelum ada ujian masuk bersama.

Sepuluh ribu jam adalah angka minimum untuk menguasai sesuatu. Bermain gitar, catur, menulis, menari, melukis, atau apa pun yang bisa disebut. Sepuluh ribu jam adalah kuantitas. Kualitas akan meningkat seiring berjalannya waktu.

Ide bagus tak akan berguna tanpa eksekusi, tapi tetap saja, ide bagus perlu dicari.

Jadi mulai tuliskanlah.

Baiklah, tapi saya tidak punya ide

Benarkah? Pernah memikirkan aspal jalanan di depan rumah yang bolong? Bagaimana caranya supaya ada tindak lanjut dari pemerintah adalah ide. Bagaimana membuat warga sekitar memperbaikinya adalah ide.

Lihatlah sekitar, ada banyak masalah yang bisa diselesaikan. Lakukan kegiatan sehari-hari, ada saja masalah yang harus dipecahkan. Bagaimana cara ke Bank kalau jam buka bank sama persis dengan jam kerja kita juga ide bukan?

Berandai-andai. Kalau saya jadi Presiden, apa yang harus saya lakukan menghadapi orang yang terus menerus mencibir saya. Bagaimana mengatasi Lumpur Lapindo? Bagian mana lagi dari negara ini yang perlu diperbaiki? Bagaimana memberantas jaringan terorisme tanpa ada yang berkomentar tentang HAM? Ya, ide.

Tunggu apa lagi, tuliskanlah.

Saya sudah berhasil menulis beberapa, tapi susah sampai 10

Bagus. Paksakan, sampai sepuluh. Itu pertanda pikiran mulai bekerja. Pikiran kita ini seperti otot, harus dilatih. Mengenai latihan otot, petinju terkenal Muhammad Ali pernah berkata

I don’t count my sit-ups, I only start counting when it starts hurting, when I feel pain, that’s when I start counting, cause that’s really counts.

Setelah pikiran mulai blank, itu tandanya pikiran mulai seperti otot yang terasa sakit. Di sini lah banyak ide brilian muncul.

Tak muncul juga? Jangan menyerah, persistence. Tetesan air bisa melubangi batu karena terus menerus menetesinya. Tetesan air bisa menghasilkan hasil yang sama dengan bor yang tajam karena ke-terus-menerusan-nya.

Semoga saya bisa menghasilkan ide baru lagi besok. Erm, nanti maksudnya. Hari sudah berganti.

2 thoughts on “Menulis 10 Ide Setiap Hari

  1. Buku Altucher yg choose yourself cukup inspiring sih, meskipun aneh sebagai sebuah buku.. Dia bener-bener modal pede dan persisten dalam menjalani hidup.. soal ide ini kalau ga salah dia juga menyarankan “idea sex” antara satu ide dengan ide lain untuk menghasilkan ide baru :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s