St. Totteringham’s Day

Telat sehari, walaupun sebenarnya bagi mereka yang ada di zona waktu +8 dan selebihnya memang merayakannya hari ini. Tak semua orang merayakannya memang. Hanya fans Arsenal saja.

St. Totteringham’s Day adalah hari ketika Spurs dinyatakan pasti finish di bawah Arsenal. Sialnya bagi fans Spurs, hari ini selalu dirayakan sejak 1995, bahkan 1 tahun sebelum Arsene Wenger datang. Dengan berakhirnya musim ini, maka sudah 21 musim berturut-turut St. Totteringham’s Day diperingati.

Walau demikian, banyak fans Arsenal yang meragukan St. Totteringham’s Day akan dirayakan musim ini. Spurs, secara statistik bahkan memiliki penguasaan bola terbanyak di liga, gol paling banyak, dan kebobolan paling sedikit.

Tapi itu tak cukup membuat mereka jadi juara, Leicester City secara mengejutkan tampil brilian sepanjang musim. Dari tim calon degradasi hingga menjadi juara, membalikkan bandar judi yang memasang taruhan lima ribu banding satu. But they deserved it!

Spurs adalah pesaing terkuat Leicester City sebagai kandidat juara. Konsisten, punya penyerang top skorer yang akhirnya meraih sepatu emas. Sampai sebelum kick-off gameweek 38 pun saya ragu, apakah Arsenal akan finish di atas Spurs.

Skenarionya hanya Arsenal harus menang, dan Spurs kalah. Keduanya menghadapi tim yang telah dipastikan degradasi, Aston Villa dan Newcastle. Arsenal unggul cepat 1-0 di menit keenam dan bertahan hingga turun minum, sementara Spurs tertinggal 2-0 di separuh pertandingan.

Wah, skor yang berbahaya, walaupun Arsenal sudah di atas Spurs, kebobolan satu saja, bubar. Apalagi di menit 61 Spurs memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 dan Arsenal belum menambah gol.

Sialnya, di menit 67, Newcastle harus bermain dengan 10 orang setelah Alexander Mitrovic diusir oleh wasit. Namun di luar dugaan, Newcastle menambah 3 gol setelah itu, mengakhiri pertandingan dengan 5-1. Di sisi lain Arsenal juga menambah 3 gol, mengakhiri pertandingan dengan 4-0.

Arsenal akhirnya finish di posisi runner-up, pertama kalinya sejak 2004/2005. Memastikan keikutsertaan di Liga Champions selama 19 musim berturut-turut, hanya kalah dari Real Madrid yang memiliki rekor 20.

Meskipun demikian, ada rasa kecewa musim ini tak ada trofi. Padahal peluang terbesar menjuarai liga adalah musim ini. Tapi Leicester memang patut mendapat respek lebih musim ini.

Akhir kata,

Happy St. Totteringham’s Day Fellow Arsenal Fans!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s