Keraguan dan Keyakinan

Suatu sore yang cerah di hari Minggu.

Saya: Apakah kita sudah berada di ujung ladang?

Teman: Belum, yakinilah bahwa kita belum berada di sana. Yakinilah itu.

Saya: Ahaha, kamu sendiri ragu bukan?

Teman: Iya, makanya cari teman, yakinilah.

Saya: Lalu bagaimana caranya supaya bisa yakin?

Teman: Keyakinan itu dipupuk, bukan instan.

Saya: …

Sebuah percakapan dengan seorang teman kemarin, setidaknya menasehati saya yang sangat peragu ini. Bukan, bukan tentang ujung ladang, tapi tentang keraguan dan keyakinan. Apa iya kita bisa langsung yakin ke sesuatu? Saya tak tahu orang lain, tapi saya tidak.

Bahkan dalam Islam ada Shalat Istiharah, untuk memupuk keyakinan dalam hal menentukan pilihan. Bukan berarti setelah Shalat kita diberikan petunjuk-petunjuk yang muncul out of nowhere kemudian menjadi yakin, tapi kita minta kepada Allah untuk diberikan kekuatan dalam memilih. Memupuk keyakinan, menepis keraguan dalam mengambil keputusan.

Lalu bagaimana kita tahu bila kita telah yakin? Mungkin ketenangan hati selama akan dan setelah mengambil keputusan?

Kebaikan adalah apa yang membuat hati tenang dan menjadikan nafsu tenang, keburukan adalah apa yang membuat hati gelisah dan menimbulkan keraguan. (HR. Ahmad)

***

Sore setelah Magrib, saya berbincang dengan seorang teman yang lain, kebetulan saya memang menumpang di rumahnya. Kali ini tentang bisnis.

Saya: Bagaimana sih mindset bisnis itu? Bagaimana kita bisa yakin sebuah ide itu akan sukses, sementara ada keraguan juga akan gagal.

Teman: Dulu, saya pernah bikin usaha nyetak.com, pencetakan dokumen dan artworks kemudian langsung diantar ke pelanggan, di lingkungan kampus. Saya tidak tahu akan berhasil atau tidak, no idea. Tapi saya tetap menjalankan ide itu.

Saya: Berhasil? Gagal?

Teman: Cukup berhasil, bisa menghasilkan. Tapi kalaupun gagal, itu berarti saya sudah melakukan test market. Saya tahu bahwa Berarti model bisnis seperti ini tidak menghasilkan, dan saya juga sudah menyiapkan rencana lain bila gagal.

 

Dari perbincangan itu, saya menyimpulkan bahwa dalam bisnis, keyakinan dan keraguan itu juga muncul. Tapi, dengan tetap melaksanakan idenya, kita bisa tahu, apakah keyakinan kita yang terbukti, atau sebaliknya keraguan kita yang juga menjadi kenyataan.

Kemarin adalah hari Minggu yang panjang untuk saya, dan semuanya tentang keraguan dan keyakinan.

One thought on “Keraguan dan Keyakinan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s