QS 22:34-35

Hari ini saya subuh agak jauh dari kosan. Soalnya saya merasa masjid sebelah kosan sepi. Seminggu terakhir saya yang mengumandangkan adzan subuh, hanya satu orang yang datang, paling banter dua, kemarin saya malah tidak jamaah di masjid, sholat sendirian tapi di masjid. Saya jadi tidak bersemangat.

Sebenarnya saya merasa bersalah sih, kalau saya tidak ada di masjid sebelah kosan, siapa yang mengumandangkan adzan? Berarti satu orang bapak-bapak yang biasanya datang itu jadi sholat sendirian dong?:/

Kosan saya memang terpencil, hanya lima rumah di tengah hutan dan lereng bukit. Tampaknya susah sekali mengharapkan banyak orang datang.

Saya pun mencoba suasana baru, masjid yang agak jauh dari tempat saya tinggal. Masih satu kompleks, tapi beda blok. Blok yang masih awal dibangun dari kompleks perumahannya, blok yang saya tinggali memang termasuk yang akhir.

Ternyata di masjid blok itu, tidak saya duga saya bertemu Pak Eniman Yunus dan Pak Sarwono Sutikno, dua orang dosen saya. Salah satu (salah dua?) orang yang saya hormati dan berkesan ketika saya diajar beliau, terutama Pak Eniman. Ada juga beberapa dosen dari jurusan lain, yang familiar wajahnya tapi saya tak kenal siapa.

Setelah sholat berjamaah, ternyata ada kajian. Saya sempat bingung ketika mereka mengambil terjemahan Al-Quran masing-masing. Akhirnya, saya pun ditanya oleh bapak yang tadi jadi imam, “Mau ikut kajian, 2 ayat saja?”. Tak apa lah, masih pagi dan saya juga tak hendak buru-buru.

Yang dibaca dan dibahas adalah QS Al Hajj (22) ayat 34-35.

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).

QS 22:34

Kata Pak Sarwono, kata “penyembelihan” di situ kalau di arti bahasa Inggrisnya sacrificing. Mengorbankan. Ayat ini menurut beberapa sumber adalah salah satu ayat yang memerintahkan untuk melaksanakan kurban, selain 108:2, terkait juga dengan sejarahnya, yaitu tentang Nabi Ibrahim yang mengorbankan putranya di 37:102, 37:103, 37:104, 37:105, 37: 106, dan 37: 107.

Ah, ya, saya jadi ingat harus menabung untuk Kurban. Idul Adha tampaknya masih kira-kira 2 bulan lagi, masih ada waktu. Sekaligus menampar saya juga yang masih eman-eman untuk mengeluarkan dana yang cukup besar nanti. Pertanyaan saya yang tersisa mungkin hanya, apakah tata cara Kurban dijelaskan juga? Perintah dan sejarahnya ada dalam Al-Quran. Tapi itu soal lain untuk saat ini.

(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.

QS 22:35

Ayat ini lanjutan dari ayat sebelumnya, menerangkan pangkal dari ayat 34. Tentang orang yang tunduk patuh. Jadi orang yang tunduk patuh itu adalah orang-orang yang:

  • Apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, di beberapa tafsir disebut beberapa tanda kurung, ada yang (karena takut kepada-Nya) ada pula yang menyebut (karena takut akan siksa-Nya),
  • Orang-orang yang mendirikan shalat,
  • Orang-orang yang menafkahkan sebagian rezeki mereka. Bapak imam tadi bilang, bisa jadi zakat, bisa jadi infaq, bisa pula sedekah.

Ayat ini cukup jelas dan gamblang, beberapa tafsir juga mengatakan hal yang hampir sama.

***

Setelah selesai, saya ngobrol sebentar dengan Pak Eniman, tampaknya beliau masih ingat saya, menyapa lebih dulu. Bertanya saya bekerja di mana sekarang, begitu tahu ada di perusahaan IT beliau dengan setengah bercanda bilang, “Wah, nanti dimarahi orang IF lo”. Sempat juga Pak Sarwono bilang, “Nanti kalau udah pulang lupa lagi isi kajiannya”. Haha, karena itu makanya saya tulis di sini Pak, di diary saya yang tersimpan nun jauh di sana di servernya Matt Mulenweg ini.

Waktu pulang, bapak yang tadi jadi imam tadi ngobrol sebentar dengan saya. Mengenalkan nama, Bapak Umar. Meyakinkan saya untuk rajin ke sana, katanya memang setiap hari setelah subuh ada kajian kecil, sebulan sekali nanti ada kajian besar. Bertukar nomor telepon.

Ah, menyenangkan. Apalagi bersama orang-orang yang pandai ilmu seperti bapak-bapak dosen.

Semoga bisa kontinu. Tapi ya, saya masih merasa seperti paragraf kedua tadi.

7 thoughts on “QS 22:34-35

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s