Simple does not Mean Easy

Simple may be, but not easy

– Alfred Borden in The Prestige.

Seringkali kita dengar kalau ada sesuatu yang inovatif misalnya, ada yang bergumam, “Ah, ini kan sederhana, mestinya kita bisa buat juga”. Atau, “si A ini Thesisnya sederhana sekali, mestinya saya bisa lulus cepat kalau ngerjain Thesis kaya punya dia.”

Padahal, sederhana itu tidak berarti mudah. Pernah ke gym saat pergantian tahun? Ramai bukan? Tapi berapa banyak yang bertahan hingga beberapa bulan? Apalagi beberapa tahun. Pergi berolahraga rutin itu hal yang sederhana, mudah? Urusan lain lagi.

Pengeluaran harus lebih kecil dari pendapatan, spend less than what you earn. Itu juga prinsip dasar keuangan yang sederhana. Mudah? Mudah darimananya? Berapa banyak orang yang terlilit hutang karena gaya hidup? Berapa orang yang sampai menjual semua hartanya di saat darurat karena keadaan yang memaksanya? Sampai-sampai buku-buku tentang pengaturan keuangan pribadi sangat laku di toko buku. Isinya pun intinya nasehat bahwa spend less than what you earn. Sederhana.

Diet dan pengaturan pola makan juga sederhana, kalau hendak menurunkan berat badan, kalori masuk harus kurang dari kalori keluar. Sebaliknya, jika hendak menaikkan, kalori masuk harus  lebih dari kalori keluar. Sederhana. Mudah? Coba perhatikan teman yang sedang melakukan diet. Berapa banyak godaannya? Cemilan, traktiran gratis, minuman manis, keinginan makan ini dan itu. Tidak mudah.

Saya pernah mencoba menaikkan berat badan, menghitung kalori masuk dan kalori keluar dengan aplikasi. MyFitnessPal. Alasannya saya perlu berat badan yang ideal, saya underweight, 7 kilogram di bawah berat ideal. Mestinya makan banyak itu sederhana bukan? Tapi mudah? Ternyata susah. Memenuhi kalori yang harus dimasukkan itu membuat perut saya terasa kenyang sekali. Belum lagi harus berolahraga, agar yang ditumpuk adalah otot, bukan lemak, dan olahraga ternyata mengurangi kalori cukup banyak, dan berarti makannya juga harus lebih banyak. Anyway, saya hanya berhasil meningkatkan 2 kilogram, belum sampai 7 kilogram.

Sederhana != mudah.

3 thoughts on “Simple does not Mean Easy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s