Manusia

Almarhum Akung, panggilan sayang saya untuk eyang kakung, dulu pernah memberi nasehat kepada saya, “Bergaullah dengan siapa saja, jangan memilih-milih teman, nanti kamu akan tahu segala macam karakter orang.”

Waktu itu beliau juga bilang “Wong kang sholeh kumpulana” itu tidak benar. Tapi, saya harus menyaring bagian ini tentu saja. Akhirnya saya menyimpulkan, saya boleh kenal siapa saja, apa pun latar belakang mereka, tapi untuk teman-teman dekat tentu saya memilih orang-orang yang menurut saya baik.

Saya mengenal berbagai macam orang, dari berbagai suku, negara, agama, sudut pandang, usia, latar belakang pendidikan, kekayaan, dan kebiasaan.

Yang selalu menarik adalah ketika berbincang dengan mereka. Selalu mematahkan teori-teori dan stereotip yang ada. Selalu ada pandangan yang lain dari sisi kehidupan.

Selalu ada kebijaksanaan dari setiap pengalaman hidup manusia, seberapa baik atau pun buruk dia.

Pada akhirnya saya pada kesimpulan, bahwa kita semua ini manusia. Punya hati, punya nurani, punya perasaan, punya empati, dan punya emosi.

One thought on “Manusia

  1. Kalau saya, khusus teman lelaki, lebih banyak yang ‘nakal’ daripada yang biasa-biasa saja, yang ‘baik’ maksut saya. Lebih nyaman dengan ‘nakal’ daripada yang ‘baik’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s