Khotbah Jumat Hari Ini

Seperti biasanya, kalau hari Jumat saya menuliskan khotbah yang saya dengarkan. Kali ini tempatnya di masjid dekat rumah.

Khotbah dimulai dengan bersyukur dan wasiat seperti biasa. Kemudian yang pertama kali disampaikan adalah QS Adz-Dzariyat (51): 56

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS 51:56)

Salah satu bentuk pengabdian yang dilaksanakan pada bulan sekarang, Dzulhijjah, adalah ibadah haji. Salah satu rukun Islam, yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup, apabila mampu. Bapak Khatib menegaskan, hanya sekali seumur hidup kewajibannya, sisanya sunnah. Tetapi alangkah bijaksananya kalau memberikan giliran kepada yang lain yang belum pernah, mengingat antrian yang sudah sangat panjang.

Dasar ibadah haji, dijelaskan oleh beliau, adalah QS Ali Imran (3):97

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS 3:97)

Bagi orang yang mampu, ini juga ditegaskan dalam perkataan Umar bin Khattab:

Bahwa Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Siapa yang mampu haji dan dia tidak berangkat haji, sama saja, dia mau mati yahudi atau nasrani.”

Ah, ya, tentang istilah “yahudi atau nasrani” di sini dikonotasikan negatif. Ada beberapa sudut pandang sih tentang ini, mungkin lain kali dibahas.

Tapi, intinya, Umar bin Khattab mengecam mereka yang mampu, tapi tidak melaksanakan ibadah haji.

Lalu, khatib menyampaikan hadits

“Wahai sekalian manusia, Allâh telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.” Seorang laki-laki bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun (kewajiban berhaji)?” Maka beliau diam, sampai orang tadi bertanya tiga kali. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika aku mengatakan ‘ya’, maka tentu wajib (haji setiap tahun), dan kamu tidak mampu.” [HR. Muslim no. 1337]

Jadi tidak wajib hukumnya haji setiap tahun.

Terakhir beliau menutup dengan sebuah hadits lagi, tentang keutamaan ibadah haji.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

Demikian, semoga bermanfaat. Anyway, kalau daftar haji sekarang, berangkatnya berapa tahun lagi? Tiga puluh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s