Empat Kaki Meja

Sebuah meja akan stabil kalau empat kakinya utuh.

Patah satu, dia akan condong ke sisi yang kakinya patah. Patah dua dan tiga juga bisa dibayangkan dia akan jatuh ke mana. Semua patah, maka kita tak bisa lagi menyebutnya meja.

Seperti meja itulah state of mind kita. Ada empat kaki yang harus kita jaga kesehatannya, supaya pikiran kita tetap sehat: fisik, mental, emosi, dan spiritual.

Fisik jelas, katanya “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat”. Menjaga makanan, olahraga, mengatur pola tidur dan makan adalah salah satu usahanya.

Kalau kita sakit, dijamin pikiran kita juga tidak akan bekerja dengan baik.

Mental, adalah tentang apa yang kita pikirkan. Agak sulit mengendalikan ini, kadang kala atau mungkin sering kali kita bahkan memunculkan pikiran self blame. “What a failure you are” ke diri sendiri. Anxiety, rasa khawatir tanpa sebab yang muncul secara tiba-tiba juga sering kita rasakan.

Kalau saya, untuk menghilangkan pikiran aneh-aneh, saya berusaha untuk keeping mind occupied. Berusaha untuk memikirkan hal lain, membangun kebiasaan, misalnya menulis 10 ide setiap hari di buku catatan, menulis blog setiap hari. Bermain, play, juga akan sangat membantu. Entah itu game komputer, game hape, board game, atau puzzle.

Tapi kalau itu pun tidak membantu, bicaralah. Ke sahabat, teman, atau siapa pun. Talking about the problems solves 50% of the problems. Kalau tidak ada teman yang bisa diajak bicara, ada jasa profesional, psikiater. Sayangnya di sini, ke sana masih dianggap tabu, tapi percayalah, help yourself.

Emosi, kalau kita dalam keadaan marah, sedih, jengkel, kecewa, dan perasaan tidak enak lainnya, kita tidak akan bisa berfikir jernih.

Kalau kita pernah melihat sebuah pertandingan sepak bola di mana salah satu tim merasa marah karena dirugikan wasit, maka permainan tim itu akan kacau. Kita juga seperti itu.

Saat mengambil keputusan, lakukan semuanya dengan tidak melibatkan emosi. Tenang. Kalau dalam Islam, ada Shalat Istikharah, meminta petunjuk kepada-Nya, meminta ketenangan di dalamnya.

Spiritual, adalah seberapa bersyukur kita atas apa yang kita miliki, kita punya, kita rasakan, segalanya.

Bersyukur bahwa kita masih punya tempat tinggal, masih punya harta yang cukup untuk makan hari ini dan esok pagi.

Be grateful of what you have.

***

Bila keempat kaki meja itu dalam keadaan sehat, Insya Allah, state of mind kita akan baik-baik saja.

Dan jangan lupa bahwa kaki-kaki meja ini independen satu sama lain. We need to work on all of them.

2 thoughts on “Empat Kaki Meja

  1. btw kalau mau curhat jangan ke psikiater, tapi ke psikolog, Iwan. psikiater mah untuk pasien gangguan berat kayak depresi atau schizophrenia😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s