Apresiatif

Suatu waktu, saya menonton Final Thomas Cup. Indonesia menghadapi Jepang, via streaming youtube. Pertandingan berlangsung sangat seru, sampai kedudukan menjadi 2-2 sebelum partai terakhir. Pertandingan terakhir pun dimainkan, dan akhirnya Tim Indonesia kalah 3-2.

Tapi di kolom komentar, langsung keluar berbagai macam caci maki. Menyalahkan pemerintah, menteri, sistem, apa pun yang bisa disalahkan.

But dude, even for an athlete to just stand in court in an event like Thomas Cup is already proving that he is a world-class level player. Let alone become a runner up. We should show some appreciation!

Tapi mungkin kita memang tak pernah diajari caranya mengapresiasi keberhasilan. Kita lebih tahu cara mencari-cari kesalahan. Salah satu contoh nyata adalah kegiatan semacam ospek dan semacamnya. Kita semua tahu sama tahu bahwa:

  1. Senior selalu benar,
  2. Jika senior salah, lihat (1)

Apa pun tugas yang dilakukan peserta, seberapa sempurnapun tugasnya. Pasti akan ada “kesalahan”. Apresiasi? Jangan harap.

Ya, tampaknya kita memang lebih lihat dari sisi kekurangan orang lain daripada kelebihannya.

2 thoughts on “Apresiatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s