Banjir, Macet, dan Geng Motor

Sebenarnya masalah besar yang dihadapi di kota ini adalah 3 kata itu: banjir, macet, dan geng motor. Dan rasanya, di kota yang saya tinggali ini, tidak ada upaya yang cukup signifikan untuk mengatasi ketiganya.

Hampir setiap musim hujan tiba, banjir juga datang. Tidak peduli La Nina seperti tahun ini atau tidak, banjir tetap datang. Dari tahun 2013, kawasan Gedebage selalu terendam. Tahun ini lebih parah lagi, Pasteur dan Pagarsih pun jadi terendam. Kemarin, Stasiun Bandung sampai tidak bisa dilintasi kereta api karena banjir. Adakah upaya signifikan mengatasinya?

Macet kian hari kian parah, mau menyarankan semua orang naik angkutan umum? Keadaan  angkutan umum juga tidak tertib. Trans Metro Bandung yang berhenti hanya di halte hanya di koridor 3. Halte di koridor 1 hampir semua rusak. Bis DAMRI juga bisa berhenti di sembarang tempat. Angkot apalagi. Halte dan terminal tak terawat dan kotor. Belum availabilitasnya yang belum tentu ada.

Geng motor, dalam sebulan terakhir ada 4 atau 5 kejadian sejenis. Mahasiswa pulang tengah malam dan dibegal oleh anggota geng motor untuk diambil motor atau barang berharga yang dimilikinya. Solusinya? Entahlah, baru beberapa hari kejadian sudah ada kejadian lagi.

Saya tahu permasalahan ini bukan permasalahan sederhana. Tapi mbok ya, ada usaha buat ke arah penyelesaian lah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s