Lingkaran Setan

Lingkaran setan adalah beberapa kegiatan atau keadaan yang kita berulang-ulang terus melakukannya.

Para mahasiswa di tingkat awal biasanya terjebak pada lingkaran kuliah, unit mahasiswa, kamar kos, dan warung sebelah.

Para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi atau tugas akhir terjebak pada siklus tidak ada progres, tidak bimbingan, takut bertemu dosen, dan akhirnya tidak ada progres kembali.

Karyawan baru menerima gaji, membeli segala macam barang yang tak perlu, kehabisan uang, kembali lagi menerima gaji. Akibatnya, tak ada uang yang mampir di tabungan.

Karyawan yang tak betah di tempat kerjanya merasa butuh uang, tetap bekerja di sana, bekerja tak maksimal, konflik dengan atasan, dan akhirnya kembali ke tak betah di tempat kerjanya.

Perlu tekad yang kuat untuk keluar dari lingkaran setan ini. Tapi mengumpulkan tekad pun adalah lingkaran setan. Berniat mengumpulkan tekad, tekad tak kunjung datang walau sedikit, akhirnya tak lagi ada tekad. Begitu seterusnya.

Saya teringat pada kisah balapan kelinci dan kura-kura. Lingkaran setan ini persis tingkah laku kelinci dalam kisah ini. Merasa jauh di depan, kelinci berhenti melaju. Saat sudah tersusul dan kura-kura sudah di depan, kelinci pun meremehkan karena merasa pasti mampu menyusulnya. Saat sudah panik, barulah dia berlari lagi, itu pun kembali pada kelinci merasa jauh di depan.

Bagaimana dengan kura-kura? Ia tidak pernah terjebak pada lingkaran-lingkaran itu. Apa pun yang terjadi, dia terus melaju. Sejengkal demi sejengkal. Setiap waktu, ia lebih maju dibanding pada waktu sebelumnya. Tak peduli seberapa jauh, progres adalah progres.

Siapa yang menang pada akhirnya? Kura-kura.

Untuk para mahasiswa tingkat akhir, sekedar menuliskan kata pengantar adalah progres, satu atau dua kalimat adalah progres, bertemu pembimbing adalah progres, eksperimen yang gagal adalah progres. Sekecil apa pun itu, kemajuan adalah kemajuan.

Untuk karyawan yang selalu kehabisan gaji. Mulailah menabung, sedikit atau banyak, menabung tetaplah menabung. Itu juga sebuah progres.

Bagi mereka yang sudah tak lagi betah di kantor, mulailah bicara dengan manager, menulis surat pengunduran diri, merencanakan apa yang dilakukan ke depan.

Jangan terjebak dalam lingkaran setan!

Iklan

2 pemikiran pada “Lingkaran Setan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s