Belajar Hingga Bisa

Seringkali saya membaca suatu konsep, rumus, algoritma, atau paragraf kemudian tidak mengerti. Berulang kali membaca, tetap tak mengerti. Tapi saya selalu yakin bahwa pada suatu saat di masa depan, saya mengerti. Hanya soal waktu saja.

Yakinlah bahwa kita diberi anugerah yang sangat besar oleh Tuhan, kemampuan untuk belajar. Bahkan Dia menjadikan manusia pemimpin di muka bumi karena kemampuan belajarnya. [2:30-31]. Pemberian yang harus kita syukuri.

Semua orang bisa belajar, belajar apa saja yang dia minati. Ini bukan masalah bakat atau talenta, hanya soal bekerja keras dan waktu.

Kalau kita merasa kesulitan untuk belajar, tengoklah dahulu sewaktu kita kecil. Kita belajar bahasa, belajar berjalan, belajar naik sepeda, dan mungkin untuk sebagian orang, berenang.

Pernahkah mencoba belajar bahasa asing? Kalau pernah tentu tahu betapa susahnya belajar bahasa. Grammar, tenses, grammatical gender, irregular verbs, dan seterusnya. Bayangkan konsep seperti itu pernah kita pelajari di usia di bawah 5 tahun, hingga kita fasih bicara.

Lihatlah orang yang baru pulih dari stroke dan mengikuti terapi untuk kembali berjalan. Betapa susahnya untuk belajar berjalan. Saat kita kecil dahulu, orang tua kita melatih kita berjalan. Ada suatu saat di mana kita jatuh, menangis sejenak, tapi kemudian kita belajar kembali. Pada akhirnya kita bisa berjalan, bahkan berlari.

Saat kita belajar mengendarai sepeda, tentu ada kisah-kisah unik tentang itu. Pernah suatu kali saya kesal sampai meninggalkan sepeda kecil saya di jembatan ujung desa karena tak kunjung berhasil menemukan cara menaikinya. Saya sempat mogok berlatih sampai Om saya menaruh sepeda saya di atas meja ruang tamu sambil memaksa saya untuk berlatih. Tapi tentu saja berakhir dengan saya mampu naik sepeda kecil, sampai sepeda besar dengan baik.

Bahasa, berjalan, dan bersepeda adalah sesuatu yang amat sulit dipelajari. Tapi kita mampu mempelajarinya di usia muda. Seharusnya seiring dengan bertambahnya usia, kita mampu belajar yang lebih kompleks bukan?

Kalau ada yang bilang, anak kecil bisa belajar, tapi orang dewasa tidak, jangan percaya. Lebih butuh waktu iya, tapi tidak bisa adalah omong kosong. Saya belajar berenang di umur 18 tahun, dari tidak bisa sama sekali. Memang tak akan sesempurna ketika belajar ketika kecil, tapi bukan berarti tidak bisa.

Kalau kita belajar sesuatu dan tak kunjung mengerti, berilah waktu, seminggu, sebulan, dua bulan, atau bahkan hitungan tahun. Percayalah, suatu saat nanti, kita akan mengerti.

Iklan

2 pemikiran pada “Belajar Hingga Bisa

  1. Setuju banget Wan. Tapi memang daya tangkap orang berbeda-beda. Ada yang belajar sebentar udah bisa, ada yang butuh waktu panjang dan usaha ekstra.

    Dari “bisa” ke mendekati “sempurna” itu adalah sebuah proses lagi yang sangat panjang karena terus diasah.

  2. Iya, makanya kadang-kadang kita perlu ngasih waktu untuk mencerna, untuk berlatih, untuk mengerti.

    Tapi memang yang punya bakat akan jauh lebih cepat mencapai itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s