Prokrastinasi

Menunda-nunda pekerjaan adalah salah satu kebiasaan buruk saya, mungkin juga semua orang. Saat ini saya sedang mengerjakan pekerjaan yang seharusnya bisa saya selesaikan seminggu lalu, separah-parahnya tiga hari yang lalu. Tapi terus ditunda, dan kini di sini lah saya. Bahkan saya sudah membeli waktu tambahan dengan mengulur deadline.

Sebenarnya yang paling susah adalah melawan inersia. Dari “nanti, besok, dan lusa” menjadi memulai mengerjakannya. Setelah memulai pekerjaan, entah bagaimana saya selalu dalam mood untuk mengerjakannya. Sebaliknya bila belum mulai, otak nanti saya bekerja dengan baik.

Saat menunda-nunda, ada saja yang bisa saya lakukan. Membuka reddit, media sosial, Quora, menulis blog, makan, ngemil, berlatih bermain Rubik’s Cube, tidur siang, membaca buku, menonton video di Youtube, dan banyak lagi. Apa pun yang tak berhubungan dengan pekerjaan yang seharusnya saya lakukan terasa lebih indah. Seperti ada di taman berbunga-bunga, di cuaca yang cerah dengan awan putih berlarian di atas sana.

Sekejap waktu berlalu, lalu seolah ada truk trailer menghantam saya yang sedang di taman imajinasi tadi. Deadline sudah dekat, dan saya pun panik. Aaargh. Sambil mengutuk-ngutuk diri sendiri, saya pun memulai mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan. Sambil merasa bersalah, “Kenapa tidak dari tadi? Apa saja yang kamu lakukan kemarin?”

Prokrastinasi berarti berharap kemudahan datang sebelum kesulitan. Terbalik. Inna ma’al usri yusra. Sesungguhnya setelah kesulitan datang kemudahan. Diulang lagi di ayat berikutnya. Benar-benar ditekankan. Dengan menunda-nunda pekerjaan, berarti kita juga menunda-nunda kesulitan, yang membuat kemudahan juga akan datang belakangan.

Tapi memang susah memulai mengerjakan sesuatu. Mungkin memang fitrah semua benda di dunia ini. Pernah bertanya-tanya mengapa koefisien gesek statis selalu lebih besar dari koefisien gesek dinamis? Menggerakkan benda yang diam jauh lebih susah daripada menggerakkan benda yang sudah bergerak.

Ironisnya, tulisan ini dibuat saat saya seharusnya mengerjakan pekerjaan yang lain yang saya tunda. Baiklah, mari mulai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s