Mesin Waktu

Telah dibuktikan secara ilmiah bahwa kembali ke masa lalu adalah hal yang mustahil, sehingga mesin waktu untuk kembali ke sana tidak akan ada. Sedangkan untuk ke masa depan, secara teoritis mungkin dengan teori relativitas khusus, itu pun hanya searah dan hingga kini belum ada tumpangan yang mendekati kecepatan cahaya. Itu secara fisik.

Tetapi secara pikiran kita seringkali menunggang mesin waktu. Menyesal dengan apa yang kita perbuat di masa lalu. Menyesal dengan apa yang tidak kita perbuat di masa lalu. Bertanya-tanya dengan bagaimana jika. Bertanya-tanya tentang benar tidaknya keputusan yang kita ambil.

Rasa bersalah dan penyesalan adalah tunggangan pikiran kita ke masa lalu. Seringkali membebani, membuat langkah ke depan terasa berat.

Sebaliknya, pikiran kita pun sering melanglang buana ke masa depan. Besok mau makan apa? Kapan lulus? Kapan nikah? Kapan punya anak? Bisakah disertasi ini selesai? Khawatir, khawatir, dan khawatir. Parahnya kekhawatiran ini seringkali diperparah dengan tekanan tekanan dari keluarga dan sanak kerabat. Menambah berat langkah ke depan.

Kegundahan dan kekhawatiran adalah tunggangan pikiran kita ke masa depan. Padahal, apa pun yang kita lakukan, kita tak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan apa yang terbaik untuk saat ini.

Guilt and regret are the results of our mind time travelling into the past, worry and anxiety are the results of our mind time travelling to the future.

Tapi, adakah perjalanan waktu yang menyenangkan? Tentu. Kenangan adalah oleh-oleh pikiran kita dari masa lalu. Ingatkah pada masa di mana kita bermain sepakbola di lapangan badminton di ujung gang? Pada masa saat melompat pagar membolos hingga hafal lubang-lubang yang tak terjaga di sekolah? Pada masa belajar dan bermain bersama saat kuliah, tanpa memikirkan apa yang terjadi besok?

Dari masa depan, cita-cita adalah oleh-oleh pikiran kita di masa depan. Seringkali saya membayangkan, mimpi-mimpi yang sederhana, sekedar bermain ombak air laut di tepi pantai yang damai, atau duduk di depan rumah menyambut sore bersama orang-orang tercinta. Atau mimpi-mimpi yang sedikit rumit seperti menjadi dokter, arsitek, insinyur, pilot, atau mungkin pelukis. Cita-cita yang kalau pun tak terwujud, kita juga tak terlalu peduli.

Kenangan adalah oleh-oleh indah perjalanan waktu ke masa lalu, dan cita-cita adalah oleh-oleh indah perjalanan waktu ke masa depan.

Pada akhirnya, masa lalu dan masa depan bukanlah sesuatu yang harus disesali. Bukan sesuatu yang harus membuat kita merasa bersalah. Bukan sesuatu yang harus membuat kita khawatir. Bukan sesuatu yang harus membuat kita gundah gulana. Ambillah kenangan-kenangan indah di masa lalu, dan cita-citakan sesuatu yang indah di masa depan.

Ada sebuah kutipan, yang seringkali diatributkan ke Umar bin Khattab, walaupun tidak ada sumber yang jelas, tetapi isinya luar biasa.

No amount of guilt can change the past and no amount of worrying can change the future.

Kerjakan apa yang kita bisa kerjakan hari ini. Hiduplah di saat ini, menumpuk batu bata yang akan membangun masa depan. Mengubur penyesalan yang sudah menjadi fondasi untuk kita hidup hari ini.

3 pemikiran pada “Mesin Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s