Sistem Digital

Semester ganjil kemarin, saya mengajar Sisdig (dan Arsikom) selama setengah semester karena dosen pengampunya – kebetulan dosen pembimbing saya – sakit. Kebetulan tepat sekali sebelum UTS.

Jadi saya mengoreksi UTS – yang soalnya dibuat oleh dosen kelas satunya. Which yields quite a bad result for our class. Mengapa PMOS lebih besar dari NMOS pun ditanyakan di kuliah SisDig, rasanya saya baru belajar itu di kuliah Elka (hint: karena w/l). Teman-teman dari ITB pasti tahu lah kalau Pak Arif yang bikin soal level susahnya seperti apa, bahkan saya dulu pun tidak lulus dari salah satu kelas beliau. :))

Nah, jadi selama setengah semester yang mengajar praktis saya. Dari Mux, Counter, Latch, Flip Flop, Analisis dan Desain Rangkaian Sinkron, sampai Analisis dan Desain Rangkaian Asinkron.

Pengalaman baru buat saya mengajar 2 kuliah ini, sebelum-sebelumnya saya mengajar PMC dan MatLan.

Akhirnya ketika menjelang UAS, saya juga diminta membuat usulan soal dan solusinya. Saya tidak menduga bahwa benar-benar akan dipakai di UAS semuanya (mungkin karena UTS dibuat oleh kelas satunya). Yang jelas saya overheard dari mahasiswa ketika selesai UAS, “Ini kayanya bukan soal dari Pak Arif deh”. :))

Soalnya, kalau tertarik: uas-2016. Dua soal (minimisasi dan badminton) idenya dari ujian MatLan yang saya buat 2-3 tahun yang lalu, satu soal dari PR, satu soal nyomot rangkaian dari universitas entah di mana, dan yang satu modifikasi sequence detector biar kelihatan keren.

Overall, saya sangat puas dengan nilai akhir mahasiswa kelas kami. 🙂

Iklan

Formula Excel untuk Nilai

Catatan formula excel untuk mengubah nilai mentah menjadi A, AB, hingga E.

screenshot_1

Misalkan untuk batas-batas:

  • A: >= 80
  • AB: 73 <= x < 80
  • B: 67 <= x < 73
  • BC: 61 <= x < 67
  • C: 55 <= x < 61
  • D: 45 <= x < 55
  • E: <45
=IF(G9<45;"E";IF(G9<55;"D";IF(G9<61;"C";IF(G9<67;"BC";IF(G9<73;"B";IF(G9<80;"AB";"A"))))))

Membuat Gambar FSM

Saya sedang membuat soal untuk kuliah Sistem Digital. Salah satu yang membuat repot adalah menggambar FSM (Finite State Machine). Kalau mau melakukan manual, bisa dengan Microsoft Visio, tapi repot sekali menggambarnya.

Salah satu solusinya adalah GraphViz. Dengan sedikit menuliskan kode, compile, selesai.

Misalkan saya mau membuat gambar FSM dari state table berikut:

screenshot_153

Maka saya tinggal membuat file .gv yang isinya kurang lebih mencerminkan tabel tersebut:

digraph finite_state_machine {
    rankdir=LR;
    size="8,5"

    "P/0" -> "Q/0" [ label = "0" ];
	"P/0" -> "P/0" [ label = "1" ];
	"Q/0" -> "P/0" [ label = "0" ];
	"Q/0" -> "R/0" [ label = "1" ];
	"R/0" -> "S/1" [ label = "0" ];
	"R/0" -> "Q/0" [ label = "1" ];
	"S/1" -> "S/1" [ label = "0" ];
	"S/1" -> "P/0" [ label = "1" ];
	"T/0" -> "P/0" [ label = "0" ];
	"T/0" -> "S/1" [ label = "1" ];
}

Nah, selanjutnya tinggal dicompile dengan dot milik si GraphViz:

dot -Tpng soal1fsm.gv -o soal1fsm.png

Ini akan menghasilkan file gambar dengan format PNG seperti ini:

soal1fsm

Hanya saja saya belum belajar bagaimana merapikannya. Tapi cukup sih kalau hanya sekedar membuat soal ujian.

Rencana Hari Ini

Uh, well, sebenarnya hari Sabtu ini saya mau datang ke acara yang diselenggarakan oleh komunitas Nouman Ali Khan Indonesia:

14705813_1279291068758415_6701321896020900825_n

Saya sudah daftar, sudah pesan tiket kereta pulang pergi, dan sudah bersiap-siap sehari sebelumnya.

Namun ternyata, gara-gara demo tanggal 4 November kemarin, untuk alasan keamanan, Ustadz Nouman batal datang ke Indonesia. Diumumkan 12 jam sebelumnya. Which means my ticket couldn’t be cancelled.

Ya, baiklah, sepertinya rencana kali ini gagal. Mungkin lain waktu. Padahal kesempatannya langka.

***

Akhirnya hari ini saya ke kampus sebentar, bantu-bantu sedikit karena akan ada visitasi dari akreditor internasional.

Lalu saya mampir sebentar ke Indonesia Memory Championship, yang kebetulan sedang diselenggarakan di Bandung.

photo304996996923632122

Ketemu sebentar dengan Wicaksono Adi, beliau sekarang seorang trainer memory. Mengajari anak-anak cara dan trik trik mengingat sesuatu. Di Bandung, weekend ini sedang ada kompetisi nasional memori.

Ada mengingat kartu, mengingat nama dan wajah, mengingat angka, mengingat bilangan biner, mengingat kosa kata, dan banyak lagi.

Di kompetisi ini, semua event harus diikuti oleh semua peserta. Jadi tidak bisa pilih-pilih mana yang bisa diikuti dan tidak. Penentuannya nanti dihitung dari total skor semuanya.

Ah ya, saya dan Mas Wicak ini dulu sama-sama WCA Delegate di komunitas Rubik’s. Beliau lebih berprestasi daripada saya, dulu sempat peringkat 2 sedunia untuk event Multiple Blindfolded. Saya tak pernah meragukan kemampuan beliau mengingat.

Beliau juga sempat menulis buku “Tips Jago Bermain Rubik’s” dan beberapa judul lain terkait. Sempat booming dan best seller di zamannya.

Saya juga sempat ketemu Omkar Kibe, salah satu cuber dari India yang pernah ketemu saya dulu sewaktu di Kanpur, India saat saya bertugas di sana. Ternyata beliau salah satu master memory.

Well, have fun friends!

Solid State Disk

Setelah laptop baru. Tanpa diduga-duga saya mendapat Solid State Disk. Mendapat, bukan membeli. Alhamdulillah. Padahal di postingnya saya tulis saya berniat mau beli.

photo304996996923632106

Terima kasih banyak Pak Yudi atas pemberiannya. “Daripada nggak kepakai”, katanya. Beliau baru beli yang 512 GB, jadi ini tidak dipakai.

Well, thank you very much! I’m lost in words, and appreciate it.

Mari kita dokumentasikan migrasi dari Hard Disk ke Solid State Disk, versi kedua. Versi kesatu sudah 1 tahun lalu kalau tidak salah.

Senjata Baru

Lenovo ThinkPad X220. Alhamdulillah.

Sebenarnya saya ingin yang versi tabletnya. Tapi berhubung ketersediaan dana dan keberadaan barang. Jadi dapatlah yang biasa.

photo304996996923632099

Tapi tampaknya hari ini belum bisa banyak dimain-mainkan. Saya masih harus menyiapkan kuliah besok. :/

So far so good sih. Tapi agaknya saya agak belum terbiasa dengan keyboard-nya. Baterai masih tahan 6 jam.

Sayangnya dia masih pakai hard disk. Apa mesti ganti jadi solid state disk seperti yang lama?

Paku

Saya menemukan paku tertancap di ban motor saya, barusan.

Kok saya merasa paku ini lengkungannya tidak natural ya? Coba bayangkan, lengkungannya hampir 60 derajat, kalau ini paku bekas pakai, bekas pakai apa? Gantungan baju?

photo304996996923632093photo304996996923632094

Dan saya pun harus menuntun motor, mendaki, ke tukang tambal ban. 😦

Oh ya, tukang tambal bannya jauh, tidak ada tukang tambal ban di tempat sekitar saya tinggal. Saya yakin bukan tukang tambal ban tebar paku kok.

***

Anyway, di luar negeri ada tukang tambal ban gak ya? Rasanya di negeri yang pernah saya kunjungi, saya tidak pernah lihat tukang tambal ban. 😛