Shalat Idul Adha: Mazhab Hanafi

Tahun ini kebetulan saya merayakan Idul Adha di Korea Selatan.

Saya melaksanakan Shalat Ied di Masjid Hoegi, dekat Stasiun Hoegi. Detailnya bisa dibaca di sini.

Imam Masjid Hoegi ini berasal dari Pakistan, sehingga masjid ini pun mengikuti mazhab yang biasa ada di Pakistan yaitu Mazhab Hanafi.

Ternyata tata cara shalat ied-nya berbeda dengan di Indonesia yang mayoritas bermazhab Syafi’i. Biasanya di Indonesia, setelah takbiratul ihram rakaat pertama dilanjutkan dengan 7 kali takbir. Saat rakaat kedua setelah bangkit dilanjutkan 5 kali takbir.

Sedangkan menurut mazhab Hanafi, cara pelaksanaannya adalah:

Rakaat pertama:

  1. Takbiratul ihram
  2. Membaca “Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallahu allahu akbar”
  3. Bertakbir tiga kali. [bukan tujuh]
  4. Dilanjutkan Al-Fatihah dan seterusnya seperti shalat biasa

Rakaat kedua:

  1. Setelah bangkit dari sujud langsung membaca Al-Fatihah dan surat pendek
  2. Sebelum Ruku’ bertakbir tiga kali
  3. Lanjut ruku’ hingga salam seperti biasa

Setelah dua rakaat dilanjutkan dengan khutbah Idul Adha.

Demikian, saya sempat bingung karena perbedaan mazhab tersebut. Sebelumnya saya juga sempat salah ketika pelaksanaan Shalat Witir yang tata caranya juga berbeda, bahan cerita lain. 🙂

Iklan

Survival Korean

Tinggal di negara yang bahasanya tidak kita mengerti adalah sebuah tantangan tersendiri.

Mau pesan taksi dan request mampir ke suatu tempat? Susah. Mau tanya harga? Susah. Mau tanya jalan? Susah.

Jadi selama ini, saya banyak mengandalkan bahasa isyarat dan beberapa kata di bahasa Korea yang saya tahu. Saya masih belajar bahasa dan mengumpulkan niat dan usaha untuk belajar itu susahnya minta ampun. Ditambah lagi, lab saya isinya orang asing semua dan tidak ada yang bisa bahasa Korea, jadi susah mencari teman untuk berlatih.

Jadi berikut daftar kosa kata dan hal-hal terkait bahasa, yang setidak-tidaknya membantu untuk bertahan hidup, di Korea.

1. Hangeul (한글)

Salah satu kesulitan hidup di Korea adalah mereka tidak menggunakan huruf latin. Untungnya, mereka menggunakan Hangeul (abjad korea).

Dari pengalaman saya, belajar membaca Hangeul tidaklah terlalu sulit, karena hangul pada dasarnya mirip abjad. Satu simbol menyimbolkan konsonan atau vokal. Pada tulisan ini: 한글, = ‘h’, ㅏ= ‘a’, ㄴ = ‘n’, ㄱ = ‘g’, ㅡ = ‘eu’, dan ㄹ = ‘l’. Disusun sedemikian rupa sehingga kompak dan ringkas.

Karena hangeul dirancang memang untuk memberantas buta huruf, jadi mempelajarinya memang mudah. King Sejong, yang membuatnya mengatakan, “A wise man can learn it in a morning, and a stupid man can learn it in the space of ten days”.

Dulu, Korea menggunakan karakter dari Cina, Hanja (漢字, karakternya sama dengan Kanji/Hanzhi dari Jepang dan Cina) dan dicampur dengan Hangeul untuk kata-kata dan partikel yang hanya ada di Korea. Kira-kira mirip dengan Jepang yang menggunakan campuran Kanji, Hiragana, dan Katakana.

Untungnya, Hanja sudah hampir tidak pernah digunakan lagi. Hanya kasus khusus saja yang menggunakan Hanja.

Salah satu tempat belajar yang bagus: How to Read Hangul.

2. Angka

Angka di bahasa Korea itu unik. Mereka mengenal dua sistem angka. Yang satu serapan dari bahasa Cina (Sino-Korean numbers) dan yang satu asli dari Korea (Native Korean numbers).

Penggunaannya berbeda. Sino Korean dipakai untuk hampir semua keperluan kecuali banyaknya barang/orang. Native Korean, hanya dipakai untuk jam dan banyaknya sesuatu.

2.1. Angka Sino Korean:

0: 영 (yeong) atau 공 (gong)
1: 일 (il)
2: 이 (i)
3: 삼 (sam)
4: 사 (sa)
5: 오 (o)
6: 육 (yuk)
7: 칠 (chil)
8: 팔 (pal)
9: 구 (gu)
10: 십 (sib)

Kalau pernah belajar bahasa Mandarin, angka di atas cara pengucapannya mirip dengan bahasa Mandarin. Aturannya juga mirip dengan bahasa mandarin untuk belasan, ratusan, ribuan, dan puluh ribuan.

100: 백 (baek)
1000: 천 (cheon)
10000: 만 (man)

Untuk menyebut 11, tinggal sebut 10+1 (십일, sibil). Untuk 25 berarti (2, 10, dan 5 = 이십오, isibo). Sedangkan 239 dituliskan 이백삼십구, ibaeksamsibgu.

Yang agak berbeda adalah mulai puluh ribuan. Mereka tidak menyebut 25.000 sebagai 25×1000, tetapi 2 x 10.000 + 5.000 yang penyebutannya adalah (이만오천, imanocheon). Sehingga menyebut 1.000.000 pun, 100×10.000 (백만)

Sebaiknya angka Sino-Korean ini dikuasai di awal-awal, karena semua harga barang, alamat, nomor telepon, menggunakan ini. Dan kebanyakan (semua?) yang jualan di pinggir jalan cuma mengerti bahasa Korea.

Terkadang angka ini dituliskan juga dengan Hanja. Saya pernah lihat Hanja dipakai untuk menuliskan nomor lantai di sebuah bangunan. Sebagai pengetahuan saja:

1: 一
2: 二
3: 三
4: 四
5: 五
6: 六
7: 七
8: 八
9: 九
10: 十
100: 百
1000: 千
10000: 萬

Sama dengan bahasa Cina dan Jepang, hanya cara bacanya lain. Saya cuma tahu 1,2, dan 3 kalau Hanja. 😀

2.2. Native Korean Number

Dipakai untuk banyaknya orang atau barang. Juga untuk membaca jam. Native Korean tidak punya representasi Hanja. Dan biasanya setelahnya dipakai kata untuk satuan barang seperti buah, ikat, bungkus, dan seterusnya.

1: 하나 (hana)
2: 둘 (dul)
3: 셋 (set)
4: 넷 (net)
5. 다섯 (daseot)
6. 여섯 (yeoseot)
7. 일곱 (ilgop)
8. 여덟 (yeodeol)
9. 아홉 (ahob)
10. 열 (yeol)

Untuk native Korean angka-angka puluhan punya nama sendiri. Saya belum hafal. Dan jarang dipakai juga, jarang kan kita beli sesuatu 20 buah?

Biasanya, angka native korean ditambahkan satuan di belakangnya. Yang sering dipakai adalah 개 (gae = buah). Khusus untuk 1, 2, 3, dan 4 apabila ada satuan dia berubah bentuk. Karakter terakhir tidak dibaca.

1 buah: 한개 (han-gae)
2 buah: 두개 (du-gae)
3 buah: 세개 (se-gae)
4 buah: 네개 (ne-gae)

Beberapa satuan lain yang sering dipakai: 명 (myeong = orang), 살 (sal = umur dalam tahun), 팩 (paek = bungkus).

Ini juga penting dihafal untuk keperluan jual beli.

3. Greetings

Beberapa kata sapa yang penting dalam bahasa korea:

  1. “Halo” = 안녕하세요 (annyeong-haseyo)
  2. “Terima kasih” = 감사 합니다 (kamsa-hamnida) atau 고맙 습니다 (gomab-seumnida). Keduanya sebenarnya sama-sama sopan, tapi banyak yang menganggap kamsa-hamnida lebih sopan. Mungkin analoginya mirip “Terima kasih” dan “Makasih” di bahasa Indonesia.
  3. “Goodbye” = 안녕히 게세요 (annyeonghi geseyo) untuk yang pergi dan 안녕히 가세요 (annyeonghi gaseyo) untuk yang ditinggalkan.
  4. “Permisi” untuk lewat = 잠시만요 (jamsimanyo)
  5. “Permisi” untuk memanggil orang = 저기요 (jeogiyo)
  6. “Tunggu sebentar” = 잠깐만요 (jamkamanyo)
  7. “Maaf” = 미안해요 (miyanhaeyo)
  8. “Ya” = 네 (ne)
  9. “Tidak” = 아니요 (aniyo)

4. Keperluan Sehari-hari

Beberapa barang keperluan sehari-hari:

4.1. Buah

Melon
Korean Melon
  1. Apel = 사과 (sagwa)
  2. Strawberry = 딸기 (ttalki)
  3. Melon = 참외 (chamoe = Melon Korea) atau 멜론 (Mellon = Melon biasa)
  4. Jeruk = 주황색 (juhwangsaek)
  5. Tomat = 토마토 (tomato)
  6. Cherry = 체리 (cheli)
  7. Pisang = 바나나 (banana)

4.2. Sayur

  1. Bayam = 시금치 (shigeumchi)
  2. Brokoli = 브로콜리 (beurokolli)
  3. Timun = 오이 (oi)
  4. Ketela Rambat = 고구마 (goguma)
  5. Kentang = 감자 (kamcha)
  6. Bawang = 양파 (yangpa)
  7. Jagung = 옥수수 (oksusu)

4.3. Lain-lain

  1. Air minum = 물 (mul)
  2. Es krim = 아이스크림 (aiseukeurim)
  3. Tahu = 두부 (dubu)
  4. Tuna = 참치 (chamchi)

5. Tempat

Beberapa tempat dalam bahasa Korea:

  1. Sekolah: 학교 (hakgyo)
  2. Stasiun: 역 (yeok)
  3. Toilet: 화장실 (hwajangsil)

6. Pertanyaan

Beberapa pertanyaan:

  1. “Ini berapa?” = 이거 얼마예요? (igo olmayeyo?)
  2. “… ada?” = … 있어요? (… isseoyo?). Contoh: Bayam ada? = 시금치 가 있어요? (shigeumchi ka isseoyo?), catatan: “ka” bisa diucapkan atau tidak.
  3. “… di mana?” = … 어디예요. Contoh: Toilet di mana? = 화장실 어디예요 (hwajangsil eodiyeyo)
  4. “Tolong dibungkus” = 포장 해주세요 (pojang hae juseyo)

***

Sementara ini dulu, saya masih harus banyak belajar lagi. 🙂

A Random Comment on Youtube

You are a Beautiful person, you are valuable, you are needed, you are important and you are loved, by those around you, by strangers.

Life can be pretty crappy, I’m experiencing things myself and it can be hell it will get better over time, no matter how long it takes it will get better, You are a strong person, you are destined to do great things, I believe in you, I know you can do anything.

There is only one of you and you are beautiful, brave and strong. you deserved to be loved and you deserve to love.

To those self harming: it’s going to be Ok, you don’t need to replace your emotional pain with physical, Because i’m here to take the burden of your pain away.

To those, considering ending it all: Don’t think about the negative, or the past focus on the positive, the future you may have, You will be missed, you are loved, and needed, many will never forgive themselves if you left the earth, because they love you.

It will get better over time, you’re Destined to do great things, you’ll have a family, and you will be happy once again, I promise, and i will be thinking of you every step of the way, even if i don’t know you.

Love you, stay strong.

Come and Go

Time, memories, friends, acquaintances, jobs, places, lives.

They come and go. They only visit us for a fraction of time. We are just standing beside the river of their flow. Come and meet us for a while, then go.

Sometimes we want to hold them, but they have been already far away, fading from our lives and never coming back. We can say, we’ll meet again someday. But that someday would never come, sadly.

Different World

“After marriage you will live in an entirely different world.”

I feel that it is kind of true now.

Before feeling it, I also observed that my married friends live in a different world.

What did you learn too late in life?

You get into bed and are preparing for a good sleep.

You feel like you wanna pee.

It’s cold out there, so you decide to hold it back.

“I would be in a deep sleep in minutes anyway”, as you lied to yourself.

You tossed and turned for 2 hours, finally you put on your slippers, rushed to the toilet.

You have wasted 2 hours making up your mind, 2 hours that could have been used for a good rest.

When something is bothering you in your life, be it sand in your shoes, long-due homework, a school bully, sexual molestation in office, you figure it out ASAP.

Troubles simply won’t straighten themselves out, you wanna have a better life, you fix your troubles the very moment they emerge, and fix them once and for all.

Source