Inch-by-inch Anything is a Cinch

Atau lengkapnya:

Yard-by-yard anything is hard, but inch-by-inch anything is a cinch

Adalah old saying berbahasa inggris yang artinya kurang lebih sama dengan peribahasa “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit” atau ungkapan dalam bahasa Jawa “alon-alon waton kelakon“.

Saya sedang mengerjakan tesis, dan saya ingin menerapkan ini. Setiap hari harus ada progres. Sekecil apapun progres tetaplah progres, walaupun hanya satu kalimat pada draft. Keuntungan dari mengerjakannya setiap hari adalah adanya kontinuitas. Saya ingat kemarin mengerjakan apa, dan hari ini harus mengerjakan apa.

Ada kisah menarik dari Jerry Seinfeld tentang ini. Dia adalah seorang komedian yang harus menuliskan script untuk serial televisi, sehingga dia harus menyiapkan banyak jokes. Untuk mengatasi hal ini, dia menulis joke setiap hari. Setelah selesai, dia menyilang tanggal hari ini dengan huruf ‘X’ besar di kalender.

Lama kelamaan, tanda ‘X’ ini akan membentuk “rantai”: XXXXXXXXXXXXXXXXXXX…

Dia selalu memotivasi dirinya dengan “don’t break the chain!” pada kalender tersebut. Hasilnya? Seinfeild berhasil membuat serial komedi sebanyak 9 season, dari tahun 1989 hingga 1998!

Juga jangan lupa bahwa “Skipping one day makes it easier to skip the next.

Fantasy Premier League

Sudah 3 musim ini, saya (dan beberapa teman) bermain Fantasy Premier League. Sebuah game resmi dari website English Premier League. Kebetulan saya memang penggemar Liga Inggris, dan di sana ada klub favorit saya, Arsenal.

Pada game ini kita diharuskan membeli beberapa pemain dengan batasan dana tertentu, ada yang mahal dan ada yang murah. Setiap minggu, pemain akan dinilai poinnya berdasarkan performa yang sebenarnya di lapangan. Gol, assist, menit bermain, dan clean sheet adalah penentu apakah pemain mendapat banyak atau sedikit poin. Kadang kalau beruntung, beberapa pemain diberi bonus karena performa yang eksepsional di lapangan.  Detailnya bisa dibaca di halaman rule website FPL.

Tidak, saya tidak ingin membahas strategi pada game ini, saya hanya ingin membahas game ini berdasarkan perhitungan sederhana. Yang ada di kepala saya saja.

Jadi, pada game ini, sebuah tim akan dinilai total performanya berdasarkan jumlah seluruh poin yang dikumpulkannya. Liga inggris terdiri dari 38 minggu, maka total poin yang kita dapat adalah:

\sum\limits_{i=1}^{38} \text{Gwp}_i

Terkadang ada transfer cost yang harus dibayarkan karena melakukan transfer berlebih (-4, -8, -12, dan seterusnya). Transfer cost ini bisa tidak diberikan kalau wildcard digunakan. Sayangnya wildcard hanya ada dua, satu bisa dipakai sepanjang musim, dan satunya saat bursa transfer Januari. Sehingga:

\sum\limits_{i=1}^{38} (\text{Gwp}_i - \text{Tc}_i)

Setiap gameweek points, sebenarnya adalah rata-rata seluruh tim pada gameweek itu ditambah dengan delta. Delta adalah angka yang membedakan tim kita dengan rata-rata gameweek. Sehingga:

\sum\limits_{i=1}^{38} (\text{Avg}_i + \Delta_i - \text{Tc}_i)

Targetnya adalah jumlah sigma tersebut menghasilkan nilai yang maksimum. Jadi yang sangat berpengaruh adalah \Delta_i dan \text{Tc}_i.

Untuk memaksimalkan faktor transfer cost, saya berusaha disiplin untuk tidak melakukan -4. Dulu sewaktu musim pertama saya, saya melakukan -4 hampir setiap minggu. Jumlah poin saya yang hilang berarti sekitar 38 \times 4 = 152 poin. Jumlah yang tidak sedikit!

Faktor berikutnya adalah Delta, variabel ini bisa positif dan negatif. Karena seluruh tim fantasy mendapatkan rata-rata yang sama, faktor inilah yang membedakan tim kita dengan tim yang lain. Bila tim kita dipenuhi oleh pemain-pemain yang dipilih oleh banyak orang, nilai kita akan mendekati rata-rata.

Pemain-pemain yang akan membuat nilai dekat rata-rata musim ini.
Pemain-pemain yang akan membuat nilai dekat rata-rata musim ini.

Untuk itu, jika mau memaksimalkan delta, pemain kita haruslah yang tidak banyak dipilih orang. Tapi ini problematis, karena kita tidak hanya bermain untuk satu pekan, tapi 38. Kita berlari marathon bukan sprint. Memilih seluruh pemain anti-mainstream, akan mengakibatkan nilai \Delta_i bisa menjadi positif sangat besar, tetapi pada saat lain akan menjadi negatif sangat besar.

Hal lain yang berpengaruh pada \Delta_i adalah pilihan kapten. Dengan pertimbangan yang kurang lebih sama.

Jadi pilihan terbijaknya adalah, memakai beberapa pemain mainstream (agar nilai mendekati rata-rata), lalu beberapa pemain anti-mainstream sebagai \Delta.

Well, that’s too much theory!

Come on Badaksinga! Catch that Ratu Minang!

Badaksinga chasing Ratu Minang!
Badaksinga chasing Ratu Minang!

Hipotesis Angkot Bandung

Angkot atau angkutan kota adalah kendaraan umum paling jamak di kota Bandung yang saya tinggali ini. Saking banyaknya jumlah dan rute angkot yang ada di sini, berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa teman, saya memformulasikan hipotesis bahwa:

Jika titik A dan titik B adalah dua tempat di kota Bandung yang dilewati oleh angkot, maka dari titik A ke titik B (dan sebaliknya) dapat dicapai dengan maksimal 3 kali naik angkot.

Kenapa baru hipotesis? Karena saya belum membuktikan secara formal, hanya berdasarkan pengalaman pribadi. Ini juga sudah menjadi rule of thumb saya untuk mengukur dekat – menengah – jauh.

10-01-05_peta-angkot_dasar
Peta jalur angkot. Sumber: petaangkot.wordpress.com

Membuktikan pernyataan tadi juga bukan perkara mudah, saya mencoba berpikir cara-cara untuk membuktikan pernyataan itu. Beberapa cara yang terpikirkan:

  • Computer assisted proof dengan mengimplementasikan Brute Force. Dengan memodelkan seluruh jalur angkot di kota Bandung dalam sebuah program, lalu mencoba seluruh titik-titik di Bandung satu per satu. Yang masih belum terbayangkan adalah bagaimana memodelkan jalur angkutan kota itu, dan juga cara ini dapat dipastikan memerlukan waktu yang lama.
  • Memodelkan jalur-jalur angkot itu sebagai rainbow coloring graph. Lalu membuktikan secara formal bahwa dari titik A ke titik B ada <3 warna yang menghubungkannya. Masalahnya adalah saya tidak mengerti cara membuktikannya secara formal, memodelkan jalur angkotnya pun masih belum terbayangkan.
  • Dengan statistik, ambil sampel A dan B yang cukup lalu lakukan eksperimen apakah dari A ke B dapat dicapai dengan maksimal 3 kali naik angkot. Tapi saya juga tidak tahu apakah ini valid sebagai bukti.

Mungkin buktinya sudah bisa jadi paper sendiri, tapi buat apa? 😆

Lalu kalau itu sudah terbukti, sebenarnya saya ingin meng-extend hipotesis itu. Apakah juga berlaku untuk kota dan kabupaten Bandung? Bagaimana dengan kota lain? Apakah berlaku juga?