Kesesatan Bermain Flappy Bird

Membahas mainan burung yang kalau disentuh naik, kalau gak disentuh turun ini memang tak ada habisnya. Mulai dari emosionalitas saat bermain sampai penarikan game ini dari Apple Store dan Google Play. Meski begitu masih banyak yang memainkannya di kelas, di angkot, di pinggir jalan, di mana pun smart phone terbawa.

Namun saudara-saudara, ada hal yang sangat mengganggu saya melihat orang-orang bermain Flappy Bird ini. Mereka bermain menggunakan jempol !!!!!1111satu-satu…

Jelas-jelas titah sang pencipta yang mulia Dong Nguyen memerintahkan untuk menggunakan telunjuk!

Titah sang pencipta, gunakan telunjuk.
Titah sang pencipta, gunakan telunjuk!

Mengapa kita begitu berani untuk melawan sang pencipta? Bukankah dia yang menciptakan game ini? Bukankah dia telah memberikan petunjuk kepada kita semua? Bukankah petunjuk dari sang pencipta itu yang benar?

Bagaimana kalau sang pencipta tidak mau menerima highscore kita karena kita tidak mengikuti petunjuknya? Bagaimana kalau segenap usaha kita dalam mencapai highscore itu tidak ia terima karena hal yang seolah-olah sepele ini?

Mungkinkah sang pencipta menghancurkan game ini karena murka kepada kita?

Ada yang mengatakan kalau itu hanya simbol kiasan saja, yang penting di-tap. Kalau saya bilang itu hanya pembenaran mereka saja, sebab kebenaran yang hakiki hanya satu. Ya, hanya SATU! Tentu saja yang tahu benar ini hanyalah sang pencipta dan jelas-jelas dia telah memberi petunjuk yang sangat jelas kepada kita.

Jelas-jelas sang pencipta telah merilis game ini di apple store dan google play, artinya sang pencipta sudah menyempurnakan game ini. Tidak boleh ada yang ditambah dan tidak boleh ada yang dikurangi.

Jadi kita harus menjalankan titah sang pencipta yang sempurna ini.

Iklan

Dropbox

Ceritanya saya sedang senang bekerja dengan banyak (baca: 2) device yang saya miliki sekaligus. Satu perangkat adalah laptop dan satunya lagi adalah tablet.

Keperluan terpenting saya adalah untuk kuliah, mengerjakan tugas, membaca textbook, membaca paper, menuliskan ide-ide, dan seterusnya. Tentu saja repot sekali kalau setiap kali saya mengerjakan tugas harus mengkopinya ke tablet satu per satu. Belum lagi kalau mengerjakan PR dan perlu banyak revisi.

Untunglah di luar sana ada yang membuat Dropbox. Saya menginstallnya di laptop dan di tablet. Setiap kali saya mengerjakan sesuatu di laptop dan saya butuh untuk membacanya di tablet Android saya, tinggal buka aplikasi Dropbox dan download file yang saya perlukan.

Aplikasi Dropbox di Android
Aplikasi Dropbox di Android

Aplikasi Dropbox di Android tidak seperti di komputer yang langsung melakukan sinkronisasi tiap ada file baru sehingga tidak perlu khawatir kuota berkurang. Sayangnya ini juga menyusahkan kalau sedang tidak ada sinyal.

Dengan menggunakan Dropbox, secara tidak langsung juga kita mem-backup data kita. Seorang teman pernah merasakan betul manfaatnya setelah dia menaruh scan dokumen-dokumen penting ke folder Dropbox-nya dan terjadi kejadian dia kehilangan semua dokumen pentingnya.

Selain itu masih banyak manfaat dari Dropbox ini, bisa untuk sharing file dengan teman, membantu memudahkan bekerja dengan tim, bahkan untuk hosting web.

Tidak ada salahnya mencoba untuk join Dropbox!