Eksperimen Quick Count Episode 2: Bermain-main dengan Sampel

Saya sangat tertarik dengan perbedaan hasil Quick Count pada pemilihan presiden kali ini, bagaimana bisa ada lembaga yang mengeluarkan hasil yang berbeda.

Sebagai orang yang terdidik, dan terbiasa berpikir, tentu saja pertanyaan yang keluar dari kepala saya adalah kenapa? why? Saya sudah mencoba eksperimen quick count versi sederhana beberapa waktu yang lalu. Anda bisa mereplikasi eksperimen saya, dan saya yakin hasilnya mirip.

Hasil yang saya dapat adalah 45.53% untuk pasangan Prabowo – Hatta dan 54.47% untuk pasangan Jokowi – JK di Provinsi Bengkulu. Hasil ini sangat mirip dengan real count yang ada di kawalpemilu.org. Kalau tidak percaya dengan kawal pemilu, di koran Wawasan yang kebetulan keluarga saya berlangganan hari ini (22 Juli 2014), pasangan Prabowo – Hatta mendapat 433.173 suara sedangkan Jokowi – JK 523.669 suara. Apabila dihitung dalam persentase: 45.27% vs 54.73%.

Koran Wawasan 22 Juli 2014
Koran Wawasan 22 Juli 2014

Mari kita mulai saja, hipotesis dan eksperimen saya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Eksperimen Quick Count: Provinsi Bengkulu

Pemilu Presiden 2014 memang ramai dan membuat sosial media menjadi tidak enak suasananya. Tetapi ada hal lain yang bisa kita pelajari di pilpres kali ini, yaitu statistik. Kedua kubu mengklaim keduanya memenangkan Quick Count.

Gambar diambil dari ayovote.com
Gambar diambil dari ayovote.com

Nah, yang menarik adalah bagaimana dilakukannya Quick Count ini. Terinspirasi dari salah satu dosen saya Pak Emir Husni yang mencoba eksperimen Quick Count untuk daerah DKI Jakarta, dan obrolan dengan dosen saya juga Pak Yudi Gondokaryono Senin lalu. Saya mencoba melakukan dengan tool yang sederhana, yaitu Microsoft Excel dan Scan C1 dari website KPU yang ada juga di kawalpemilu.org. Untuk data pembanding, saya gunakan hasil real-count oleh crowd-sourcing dari kawalpemilu.org.

Yang saya lakukan adalah eksperimen untuk Provinsi Bengkulu. Eksperimen ini juga bisa Anda coba sendiri Baca lebih lanjut