Mencoba GO-JEK

Hari ini saya mencoba GO-JEK, yang sedang ramai dibicarakan di media sosial itu. Tujuan saya ke Stasiun Bandung saja, sederhana. Mari kita mulai bercerita.

18.23 Saya pesan GO-JEK melalui aplikasi Androidnya itu, tinggal memasukkan kolom From dan To.

Pesan GO-JEK
Pesan GO-JEK

18.27 Aplikasi GO-JEK memberi notifikasi bahwa sudah ada driver yang tersedia untuk mengantar saya.

Driver saya, Kang Sukmara
Driver saya, Kang Sukmara

Beberapa saat kemudian, kang Sukmara menelpon dan meminta untuk ketemu di Cafe Halaman saja, sebelumnya sih menanyakan di situ dekat pangkalan ojek atau tidak, hoo, sepertinya inilah konflik yang ramai dibicarakan di media sosial itu.

Baiklah, saya jalan sedikit ke Cafe Halaman, menunggu sekitar 5 menit – saya tidak tahu pasti, yang jelas akhirnya kang Sukmara datang, hanya helm khas GO-JEK sebagai tanda pengenal. Helmnya untuk penumpang, kang Sukmara sendiri tidak memakai seragam, seperti Jaket dan Helm Hijau.

Selama perjalanan, saya ngobrol sedikit dengan Kang Sukmara tentang GO-JEK ini…

Q: Kok tadi minta ke bawah sih a’? Sering ada masalah sama tukang ojek ya?
A:
Iya mas, saya teh nggak berani kalau jemput ke atas (Cisitu – red), takut dikira main nomor hape (sepertinya di komunitas tukang ojek di sini, ada etika untuk tidak menyebarkan nomor hape ke pelanggan). Kalau nganter ke sana sih saya berani, tapi kalau jemput nggak.

Q: Oh, padahal kan Aa juga nggak ngasih nomor hape ke saya, haha.
A
: Iya, itu karena tukang ojek belum tahu aja tentang aplikasi ini. Padahal kan banyak enaknya, nyari penumpang nggak sulit dan ada bonus.

Q: Kalau sistemnya gimana a’?
A: Jadi ada deposit yang pakai rekening ponsel, tiap kali saya dapat penumpang didepositkan di situ, bisa diambil sewaktu-waktu via ATM.

Q: Kalau bagi hasilnya gimana?
A: Kantor (GO-JEK) dapat 20%, saya dapat 80%.

Q: Kalau promo gini apa nggak rugi? (Harga yang saya bayar 10 ribu rupiah, biasanya kalau ke stasiun bisa 15-20 ribu naik ojek)
A: Oh, kalau lagi promo gini selisihnya yang bayar kantor, jadi kalau rugi pun, yang bayar kantor. Haha.

Q: Kalau bonus-bonus itu gimana a’?
A: Tiap nganter 5 penumpang saya dapat bonus, kalau nggak salah 50.000 dari kantor.

Akhirnya sampai ke stasiun

Nah, sampai juga. Kang Sukmara bilang kalau harus lapor di aplikasinya. Setelah dia lapor, ternyata saya adalah pelanggan kelima dia. Jadi dia dengan bangga menunjukkan “Selamat Anda mendapat bonus 50.000 itu ke saya”.

Overall, layanannya memuaskan kok. Kecuali turun ke Cafe Halamannya, kebetulan saya don’t mind.

Mungkin lain kali saya bakal pakai jasa pesan makanannya.

3 thoughts on “Mencoba GO-JEK

  1. Woah, jam 6 sore dapat 5 pelanggan ya rupanya.
    Jika ada waktu kapan-kapan saya juga ingin nyoba jasa mereka.

    Btw, di Kudus sudah ada Go-jek belum wan?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s